PB Pertacami melepas sebanyak 22 atlet MMA untuk dua ajang bergengsi, termasuk Kejuaraan Dunia 2025 di Sao Paolo, Brasil. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sebanyak 22 atlet cabang olahraga tarung campuran (MMA) dikirim oleh Persatuan Tarung Campuran Indonesia (Pertacami) untuk GAMMA World MMA Championship 2025 atau Kejuaraan Dunia GAMMA 2025.
GAMMA World MMA Championship 2025 rencananya terselenggara di Sao Paulo, Brasil. Ajang tahunan ini bakal dihelat pada 16 sampai 22 Juni.
Dari 22 atlet tersebut, 17 petarung di antaranya di GAMMA World MMA Championship 2025, dengan pembagian sembilan atlet kategori junior, serta delapan atlet kategori U-21 dan senior.
Selain itu, PB Pertacami juga mengirimkan delapan atlet junior untuk mentas di AMMA Youth Championship 2025, yang merupakan ajang Kualifikasi Asian Youth Games 2025.
Diketahui ada tiga nama atlet turun dalam kedua ajang. Yakni Gibran Alfarizi, Manayra Maritza Hersianti Siagian, dan Bumi Magani Abraar Himara.
Ketua Umum PB Pertacami, Tommy Paulus Hermawan mengungkapkan, para atlet yang dikirim sudah yang terbaik. Mereka telah melewati serangkaian tahapan pembinaan secara ilmiah dan sistematis selama Pelatnas yang digelar PB Pertacami sejak Januari 2025.
"Atlet yang berangkat adalah hasil seleksi nasional serta pelatnas sejak Januari 2025. Kami menyiapkan mereka bukan hanya untuk mengejar medali, tetapi juga menghadapi panggung dunia secara mental dan teknis," ujar Tommy dalam acara pelepasan di Auditorium Kemenpora, Kamis (12/6) siang.
Tommy menambahkan, langkah PB Pertacami menurunkan 22 atlet untuk dua kejuaraan internasional pada Juni ini bukan sekadar partisipasi, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang membawa Indonesia ke Asian Games dan Olimpiade.
"Target kami tidak hanya soal medali, tetapi agar dunia mengenal Indonesia punya potensi besar di MMA. Kami adalah negara dengan populasi keempat terbesar di dunia, dan kami percaya MMA bisa berkembang pesat di Indonesia," ujar Tommy.
"Saya pribadi optimistis pada kemampuan para atlet, karena mereka ini adalah hasil dari pelatnas jangka panjang. Mereka bukan 'pinjaman' dari cabang lain, tetapi benar-benar dibina dari dasar MMA, baik teknik pukulan, bantingan, kuncian, hingga grappling," imbuh dia.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo pun turut hadir dalam acara. Dia dengan gembira dan bangga melepas para atlet tersebut karena mereka adalah atlet-atlet MMA yang murni dibentuk dan dilatih langsung oleh PB Pertacami.
"Kali ini kita punya atlet-atlet MMA yang benar-benar murni dari MMA, bukan lagi hasil comotan dari cabang olahraga bela diri lain," ujar Dito.
"Biasanya kalau sudah masuk ke Asian Youth Games, akan berlanjut ke Asian Games dan semoga bisa tembus Olimpiade. Kami berharap Indonesia bisa mengisi ruang-ruang multievent untuk MMA ini dengan atlet yang siap," tambahnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
