Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 23.17 WIB

Tiket Indonesia Open 2025 Belum Ludes, PBSI Akui Iri dan Minta Badminton Lovers Tanah Air Tiru Malaysia dan Thailand

Indonesia Open 2025 akan segera diegelar mulai Selasa (3/6) hingga Minggu (8/6). (Dimas Ramadhan/JawaPos.com) - Image

Indonesia Open 2025 akan segera diegelar mulai Selasa (3/6) hingga Minggu (8/6). (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Open 2025, Armand Darmadji blak-blakan mengakui bahwa ada penurunan minat dan pembelian tiket pertandingan bulu tangkis pada tahun ini. Ia merasa iri karena hal itu terjadi di Indonesia.

Indonesia Open 2025 akan mulai bergulir pada Selasa (3/6) di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta hingga Minggu (8/6). Rangkaian turnamen BWF World Tour 2025 level Super 1000 tersebut jadi salah satu ajang wajib bagi para pebulu tangkis top dunia.

Namun, meskipun level Super 1000 dan wajib, animo penggemar bulu tangkis terhadap Indonesia Open 2025 ternyata turut memprihatinkan. Hingga Senin (2/6), tiket pertandingan yang terjual belum ludes.

Armand selaku Ketua Panitia Pelaksana, mengungkapkan tiket Indonesia Open 2025 baru terjual 70 persen. Hal ini menunjukkan adanya penurunan pembelian tiket dari penggemar bulu tangkis Indonesia.

Armand pun mengakui hal itu. Tapi dia juga mengungkapkan fenomena penurunan jumlah penonton dan penjualan tiket bukan hanya terjadi di Indonesia. 

"Kami juga sempat berkeliling menyaksikan beberapa pertandingan di luar negeri. Memang fenomena penurunan jumlah penonton ini terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia," kata Armand dalam jumpa pers sehari jelang Indonesia Open 2025, Senin (2/6).

"Saya melihat ada beberapa negara juga menjadi catatan bagi saya. Tetap dukung dunia bulu tangkis. Salah satunya Malaysia, Thailand, dan China di beberapa kota-kota mereka tapi tidak semua," tambahnya.

Saat Piala Sudirman 2025 misalnya, kata Armand, penonton yang hadir cenderung sepi. Hingga empat hari awal, dia menyebut kapasitas stadion hanya terisi sekitar 20 persen.

Armand yang juga Wakil Ketua Umum III PP PBSI, pun mengaku iri dengan Malaysia serta Thailand yang penontonnya masih ramai tiap penyelenggaraan turnamen.

"Kalau bisa dibilang iri, ya kami iri juga melihat Malaysia dan Thailand yang (masyarakatnya) bisa terus mendukung pemain bulu tangkisnya, sehingga negara mereka bisa berada di level atas saat ini," terang Armand.

Armand menjelaskan, Indonesia punya sejarah kuat di dunia bulu tangkis dan berprestasi di ajang Olimpiade, sehingga penonton dan pendukung semestinya menunjukkan kebanggaan ini dengan menyaksikan langsung setiap turnamen bulu tangkis di Tanah Air.

"Kalau hal ini dianggap positif, ada baiknya bukan hanya didukung secara internal, tapi juga diekspresikan dengan menonton langsung dan memberikan komentar positif terhadap pemain bulu tangkis. Hadirlah di stadion," tutur dia.

"Tiket sudah jauh diturunkan harganya dibandingkan Indonesia Open sebelumnya bahkan di bawah Indonesia Masters. Harapannya, masyarakat Indonesia bisa kembali mencintai olahraga yang membanggakan indonesia di kancah internasional," imbuh Armand.

Jika dukungan tetap banyak diberikan oleh Badminton Lovers atau penggemar bulu tangkis Indonesia, Armand yakin para atlet juga akan semakin bersemangat dan termotivasi dalam menunjukkan prestasinya.

"Kalau harapan itu mendapat dukungan yang bergulir, saya yakin banyak Taufik Hidayat dan Susy Susanti baru yang akan hadir. Karena itu hukum alam. Kalau pencintanya banyak, atletnya juga akan lahir banyak," jelasnya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore