
Pebulu tangkis Alwi Farhan menyamakan kedudukan tim Indonesia vs Korea menjadi 1-1 di semifinal Piala Sudirman 2025. (Dok: PBSI)
JawaPos.com - Pelatih Indra Wijaya menjadi sosok penting di balik keberhasilan tunggal putra mencetak rekor 100 persen kemenangan di Piala Sudirman 2025. Peracik strategi asal Cirebon itu pun mengungkap kunci suksesnya.
Sektor tunggal putra memberikan kontribusi besar dan nyata untuk tim Indonesia di Piala Sudirman 2025. Tiga pemain yang masuk dalam skuad, Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Moh Zaki Ubaidillah selalu meraih kemenangan dan menyumbang poin setiap diturunkan.
Saat fase grup misalnya, tim Indonesia berhasil keluar sebagai juara grup berkat kemenangan 5-0 atas Inggris dan masing-masing 4-1 saat melawan India serta Denmark.
Nah dari tiga laga itu, para pemain tunggal putra berhasil meraih kemenangan. Dimulai dari Ubed -sapaan Zaki Ubaidillah- yang berhasil mengalahkan Nadeem Dalvi saat tim Indonesia menang 5-0 lawan Inggris.
Kemudian Jonatan Christie menyumbang poin ketika dipercaya tampil melawan Prannoy HS (India), serta Alwi Farhan yang membuat kejutan dengan menaklukkan Anders Antonsen, pemain nomor tiga dunia sekaligus jagoan Denmark.
Kemudian di fase penyisihan, Jonatan kembali meraih kemenangan saat dipercaya melawan Thailand. Dia mengalahlan Kunlavut Vitidsarn untuk menyumbang satu dari tiga poin tim Indonesia di perempat final.
Alwi Farhan melengkapi sekaligus menjaga rekor 100 persen kemenangan tunggal putra dengan menaklukkan Cho Geon Yeop, di babak semifinal Indonesia vs Korwa Selatan. Sayang skuad Merah Putih akhirnya kalah 2-3 dan terhenti di empat besar.
Indra Wijaya sebagai pelatih tunggal putra utama Pelatnas PBSI, buka suara perihal gemilangnya penampilan Ubed, Alwi, dan juga Jonatan. Lantas apa kunci sukses dari sektornya?
Indra mengatakan bahwa ketiga pemain yang dibawa memang sudah menunjukkan antusiasme yang besar untuk berlaga di Piala Sudirman 2025. Hal itu memudahkan dirinya dalam menentukan line-up untuk tiap pertandingan.
"Sebetulnya ya saya lihat dari penampilan Awi, Ubed juga atau Jojo kemarin di sini (Piala Sudirman) dari mulai persiapan sampai menjelang pertandingan, tiga-tiga itu menampilkan suatu kemauan dan antusias yang tinggi tiga-tiganya," kata Indra dalam wawancara dengan PBSI, dipetik dari Instagram resmi federasi, Senin (4/5).
"Tinggal kita lebih mencari siapa sih yang paling siap, siapa sih yang paling minimal yang paling cocok dalam keadaan jelang pertandingan," tambahnya.
Indra memberikan contoh saat melawan Denmark. Saat itu dia menurunkan Alwi Farhan karena kondisi Jonatan sedang dalam keadaan kurang fit. Indra pun saat itu hanya berharap anak asuhnya bisa tampil maksimal saat diberi kepercayaan.
"Kalau dalam suatu permainan saya rasa dibilang pasti kalah atau pasti menang, gak mungkin, bukan di situ posisinya. Tapi dengan menurunkan Alwi, saya sih punya keyakinan gitu minimal bisa memberikan suatu perlawanan gitu ya dan ternyata betul gitu apa yang diharapkan tuh sesuai harapan," katanya.
"Ya puji syukur dia bisa mengemban tugasnya dengan baik, menampilkan permainan yang maksimal dan bisa menang," jelas Indra menambahkan.
Selain memilih siapa yang lebih siap, Indra Wijaya sejak awal juga sudah mempersiapkan ketiga anak asuhnya sebaik mungkin untuk Piala Sudirman 2025. Caranya dengan langsung menemui dan berbicara dengan anak asuhnya, tepat setelah dia ditunjuk sebagai pelatih tunggal putra utama Pelatnas PBSI.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
