Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Mei 2025 | 23.55 WIB

PBSI Puas Muda Indonesia Mampu Jawab Kepercayaan, Harap Alwi Farhan Cs Bisa Bawa Pulang Piala Sudirman 2027

Pebulu tangkis Alwi Farhan menyamakan kedudukan tim Indonesia vs Korea menjadi 1-1 di semifinal Piala Sudirman 2025. (Dok: PBSI) - Image

Pebulu tangkis Alwi Farhan menyamakan kedudukan tim Indonesia vs Korea menjadi 1-1 di semifinal Piala Sudirman 2025. (Dok: PBSI)

JawaPos.com - Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian menyatakan kepuasannya dengan penampilan tim Indonesia, khususnya para pemain muda dan pelapis di Piala Sudirman 2025. Dia berharap Alwi Farhan dan kolega bisa membawa pulang trofi kejuaraan beregu campuran tersebut dua tahun mendatang.

Langkah tim Indonesia di Piala Sudirman 2025 telah terhenti pada babak semifinal. Skuad Merah Putih gagal melaju ke final setelah menelan kekalahan tipis 2-3 dari Korea Selatan di Xiamen Olympic Sports Center Fenghuang Gymnasium, Xiamen, Tiongkok, Sabtu (3/5) malam.

Kekalahan itu membuat Indonesia harus puas mendapatkan medali perunggu Piala Sudirman 2025. Ini jadi medali pertama setelah enam tahun alias dalam dua edisi sebelumnya, skuad Merah Putih selalu gagal melaju ke semifinal.

Eng Hian selaku Kabid Binpres PP PBSI, menyadari hasil tim Indonesia masih belum memberikan kepuasan bagi banyak pihak. Tapi dia menilai apa yang ditunjukkan para pemain sudah luar biasa.

"Di luar hasil yang banyak anggapan belum sesuai harapan. Tapi progress selama di Piala Sudirman 2025 ini saya melihat ada proses regenerasi yang kami lakukan," kata Eng Hian.

"Tidak selalu pemain senior yang diturunkan tapi kami berusaha mengkombinasikan antara junior dengan senior," tambahnya dalam keterangan resmi PP PBSI, Minggu (4/5).

Dalam perjalanannya, tim Indonesia memang tak melulu memainkan para pemain andalan. Tercatat tim pelatih beberapa kali berani melakukan perubahan komposisi line-up dengan memberikan kesempatan kepada para pemain pelapis dan muda untuk bermain.

Ketika melawan Inggris di laga pertama misalnya, Indonesia menurunkan Moh Zaki Ubaidillah di tunggal putra dan Ester Nurumi Tri Wardoyo di tunggal putri. Hasilnya, mereka mampu meraih kemenangan dan membantu skuad Merah Putih menang 5-0.

Kemudian ketika melawan Denmark, tim pelatih memercayakan Alwi Farhan untuk turun melawan Anders Antonsen, pemain nomor tiga dunia. Meski di atas kertas jauh di bawah, tapi Alwi berhasil menyumbang poin berkat mengalahkan jagoan Denmark tersebut.

Alwi Farhan juga mampu menjawab kepercayaan pelatih ketika kembali diturunkan di semifinal kontra Korea. Menghadapi Cho Geonyeop, dia jadi salah satu penyumbang poin tim Indonesia.

"Penampilan para pelapis ini hasilnya tidak jelek, malah boleh dibilang seperti Alwi dan Ubed, diberikan kepercayaan menghasilkan yang terbaik," kata Eng Hian.

Didi, sapaan akrab Eng Hian, juga menyoroti performa Putri Kusuma Wardani sebagai andalan Indonesia di sektor tunggal putri. Dia memuji pemain binaan PB Exist Jakarta tersebut karena mampu mengalahkan pemain top seperti Pusarla Venkata Sindhu (India) dan Pornpawee Chochuwong (Thailand).

Selain itu, penampilan Putri KW saat kalah dari pemain nomor satu dunia sekaligus peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, An Se Young, disebut Didi tidaklah buruk. Malah membuktikan bahwa pemain pelapis Gregoria Mariska Tunjung itu sebenarnya bisa bersaing di level elite.

"Penampilan Putri Kusuma Wardani juga menurut kami bukan yang jenjangnya terlalu jauh melawan tunggal putri nomor satu dunia dan peraih medali emas Olimpiade," jelas Didi.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore