
Leo/Bagas harus puas menjadi runner-up All England setelah kalah dari pasangan Korea Selatan di final. (Dok: PBSI)
JawaPos.com-Tradisi gelar Indonesia di All England akhirnya terhenti. Untuk pertama kalinya sejak 2015, tak ada wakil Merah Putih yang menjuarai turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut pada edisi kali ini.
Putusnya tren dan tradisi manis Indonesia di tanah Inggris terjadi setelah kekalahan pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana di final All England 2025. Duet ganda putra itu harus puas menjadi runner up dalam turnamen BWF World Tour Super 1000.
Leo/Bagas yang menjadi satu-satunya wakil Merah Putih di final, dipaksa bertekuk lutut oleh pasangan Korea Selatan Kim Won-ho/Seo Seung Jae lewat duel straight game 19-21, 19-21 di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Minggu (16/3) malam.
Hasil ini membuat tim Indonesia meninggalkan Inggris tanpa membawa gelar untuk pertama kalinya sejak 2021, kecuali 2021. Pada All England empat tahun lalu, tak ada wakil Merah Putih yang menjadi juara karena tim Indonesia didiskualifikasi.
Saat itu, All England 2021 digelar dalam masa pandemi Covid-19 dan lagi ketat-ketatnya. Nah tim Indonesia sebenarnya sudah datang ke Birmingham, Inggris, bahkan juga sudah ada yang bertanding pada babak pertama.
Namun keikutsertaan para pemain Indonesia dicoret paksa oleh panitia penyelenggara All England 2021. Penyebabnya adalah lantaran Jonatan Christie dan kolega berada satu pesawat dengan penumpang yang terinfeksi virus tersebut.
Selain edisi 2021, tim Indonesia tak pernah absen berlaga di final dan menjadi juara All England sejak 2016. Rentetan gelar juara terus disumbangkan sehingga telah menjadi sebuah tradisi.
Sejak 2016 hingga 2024, Indonesia selalu berhasil menjuarai All England di tiga nomor berbeda, yakni ganda putra, ganda campuran, dan tunggal putra. Sektor pertama jadi yang paling rutin menyumbang gelar.
Bahkan sektor ganda putra benar-benar menggendong tradisi gelar Indonesia di All England dengan berhasil enam kali juara dari delapan edisi penyelenggaraan (2017-2024).
Tren ganda putra Indonesia juara All England dimulai dari duet Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Pasangan berjuluk The Minions itu sukses back to back juara pada 2017 dan 2018. Lalu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang melanjutkan tradisi pada 2019.
Pada All England 2020, ganda putra Indonesia hanya dapat status runner up lewat Kevin/Marcus. Kemudian edisi 2021 terlewat karena tim Indonesia didiskualifikasi. Nah dalam dua edisi tersebut gelar sektor ganda putra diraih oleh Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dari Jepang.
Tapi ganda putra Indonesia berhasil mengembalikan tradisi gelar juara pada All England 2022. Saat itu giliran duet Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri yang keluar sebagai yang terbaik. Lalu pada All England 2023 dan 2024, adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menjadi juara.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
