Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Desember 2024 | 19.43 WIB

Gabung Pelatnas PBSI, Mantan Pelatih Tunggal Putra India Tekankan Karakter Pejuang ke Mutiara Ayu Cs

Wiempie Mahardi (kiri) saat membawa atlet tunggal putri PB Jaya Raya menjadi juara turnamen internasional. (Instagram Wiempie Mahardi)

JawaPos.com - Wiempie Mahardi menjadi salah satu kepala pelatih teknik terpilih di Pelatnas PBSI. Mantan pelatih pebulu tangkis tunggal putra India, Srikanth Kidambi itu akan memimpin Mutiara Ayu Puspitasari dan kolega di sektor tunggal putri pratama mulai tahun depan.

Sosok Wiempie Mahardi masih cukup asing di telinga penggemar bulu tangkis Indonesia. Maklum, selama ini dia banyak menjalani karier sebagai pelatih di klub Jaya Raya Jakarta pada 2014-2023.

Namun setelah dari Jaya Raya, Wiempie terbang ke India untuk bergabung dengan salah satu klub di sana, yakni Azone Badminton Academy. Selain itu, dia juga membantu melatih Srikanth Kidambi, pemain senior India.

Srikanth Kidambi pernah menempati ranking satu dunia sektor tunggal putra pada 2018. Dia juga pernah menjadi runner-up Kejuaraan Dunia 2021, dan jadi sosok penting di balik kesuksesan India meraih Piala Thomas 2022.

Wiempie menangani Srikanth Kidambi selama kurang lebih setahun. Tepatnya dari April 2023 dengan tugas membantu Kidambi dalam kualifikasi Olimpiade Paris 2024 yang dimulai Mei 2023. 

Sayang misinya gagal karena Srikanth Kidambi tak mampu bersaing dengan dua pemain India lain, HS Prannoy dan Sen Lakshya yang lolos ke Olimpiade Paris 2024. Wiempie pun kembali ke Indonesia.  

Di Indonesia, Wiempie mendaftarkan diri dalam rekrutmen dan seleksi terbuka pelatih teknik Pelatnas PBSI. Usahanta pun membuahkan hasil, di mana dia dipercaya menangani tunggal putri pratama.

Wiempie menjadi kepala pelatih yang akan melatih Mutiara Ayu Puspitasari, Chiara Marvella Handoyo, Ruzana, Deswanti Nurtertiati, dan Thalita R Wiryawan. Dia dibantu oleh Adriyanti Firdasari yang merupakan legenda tunggal putri Indonesia.

Duet Wiempie Mahardi dan Adriyanti Firdasari telah memimpin latihan tunggal putri pratama sejak 23 Desember lalu. “Dalam jangka pendek, pelatih harus membangun komunikasi dan kepercayaan, antara atlet dan pelatih dan antara sesama atlet. Istilahnya, atlet dan pelatih harus satu hati dan satu visi,” ujar Wiempie dalam keterangan PBSI, Minggu (29/12).

Wiempie menjelaskan, hari-hari pertama latihan dimanfaatkan untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan mengembalikan teknik pukulan. Dia juga menekankan satu hal yang harus dipunya anak asuhnya, yakni karakter petarung.

“Karakter petarung itu penting. Ini yang akan saya bangun dalam latihan sehingga atlet mempunyai mental yang tangguh ketika menghadapi lawan maupun tantangan lain ketika bertanding," ujar Wiempie.

"Saya akan ajak para atlet untuk bersaing ketat secara sehat dalam berlatih maupun bertanding,” tambahnya yang juga pernah melatih di India, Amerika Serikat, dan Singapura. 

Nah untuk mewujudkan itu, Wiempie menyebut dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait dan pendampingan pelatih teknik sehingga setiap sesi latihan berjalan tepat sasaran.  

“Setiap detik latihan itu sangat berharga. Kita harus tahu apa tujuan dari satu sesi latihan itu, apakah teknik, fisik, power, endurance, atau apa. Setelah itu harus bisa diukur apakah kita mencapai tujuan dari satu sesi latihan tersebut,” tegas Wiempie.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore