Leani Ratri Oktila sukses sumbangkan medali emas pertama Paralimpiade Paris 2024 untuk kontingen Indonesia. (Instagram @4nationspara)
JawaPos.com — Nama Leani Ratri Oktila kembali mencuat dalam dunia olah raga internasional setelah sukses memborong dua medali di Paralimpiade Paris 2024. Atlet para badminton asal Indonesia ini berhasil meraih prestasi gemilang dengan membawa pulang medali di sektor tunggal putri SL4 dan ganda campuran nomor SL3-SU5.
Tak hanya mempersembahkan kemenangan bagi Indonesia, pencapaian Leani ini juga menambah deretan prestasinya yang semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu bintang parabadminton dunia. Leani, yang kini berusia 33 tahun, merupakan salah satu perwakilan Indonesia di ajang Paralimpiade 2024 yang berhasil membawa pulang lebih dari satu medali.
Bersama dengan sembilan perwakilan lainnya dari Indonesia, ia berjuang keras di lapangan bulu tangkis dan mempersembahkan kemenangan yang sangat membanggakan bagi bangsa. Khususnya di cabang para badminton, Leani menjadi salah satu sosok yang paling berprestasi dan terus konsisten sejak beberapa tahun terakhir.
Pada Paralimpiade 2024, Leani menunjukkan performa luar biasa di sektor ganda campuran bersama pasangannya, Hikmat Ramdani. Keduanya tampil gemilang dan mengalahkan sesama wakil Indonesia, Khalimatus Sadiyah/Fredy Setiawan, di partai final yang berlangsung pada Senin (2/9/2024).
Lewat pertandingan sengit, pasangan Leani/Hikmat berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 21-16 dan 21-15, sekaligus mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. Kekalahan pasangan Khalimatus/Fredy juga bukan tanpa hasil, karena mereka sukses meraih medali perak yang turut menambah koleksi medali Indonesia di Paralimpiade kali ini.
Tak hanya di nomor ganda campuran, Leani juga bersiap menghadapi partai final sektor tunggal putri SL4, dimana ia akan melawan wakil Tiongkok, Cheng Hefang. Meski hasil dari pertandingan tersebut belum diumumkan, Leani dipastikan akan membawa pulang medali, baik emas maupun perak, dari laga ini.
Prestasi ini menjadikan Leani sebagai atlet yang selalu memberikan kontribusi maksimal untuk negaranya di setiap ajang internasional yang diikutinya. Perjalanan karier Leani di dunia parabadminton dimulai dengan penuh perjuangan.
Perempuan kelahiran 6 Mei 1991 ini mulai terjun ke dunia bulu tangkis sejak usia tujuh tahun. Namun, takdir membawa perubahan dalam hidupnya setelah ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan ia harus menggunakan kursi roda.
Alih-alih menyerah, Leani justru menemukan inspirasi dari perjuangan para atlet disabilitas yang bertanding dengan penuh semangat. Ia pun mulai tertarik untuk terjun ke dunia parabadminton dan bergabung dengan tim parabadminton Indonesia pada tahun 2013.
Selama berkarier, Leani telah menorehkan segudang prestasi yang luar biasa di dunia parabadminton. Di bawah asuhan pelatih Jarot Hernowo dan Yunita Ambar Wulandari, Leani terus mengasah kemampuannya hingga menjadi salah satu atlet terbaik yang dimiliki Indonesia.
Salah satu pencapaian terbaiknya adalah saat ia dinobatkan sebagai Ganda Campuran Para Badminton Terbaik bersama Hikmat Ramdani oleh Badminton World Federation (BWF) pada tahun 2023. Tak berhenti di situ, Leani juga mendapatkan penghargaan sebagai Atlet Para Badminton Putri Terbaik oleh BWF pada tahun 2018, 2019, dan 2020.
Pengakuan dunia internasional terhadap kemampuan dan dedikasi Leani dalam dunia parabadminton semakin menguatkan posisinya sebagai salah satu ikon olah raga Indonesia. Di tingkat nasional, Leani juga pernah meraih penghargaan sebagai Ganda Putri Para Badminton Favorit bersama Khalimatus Sadiyah di ajang Indonesian Sports Awards Jakarta 2018.
Salah satu pencapaian yang paling membanggakan dari Leani adalah keberhasilannya menjuarai ajang bergengsi NDSF Royal Cliff Beach BWF Para Badminton World Championship pada tahun 2017, 2019, 2022, dan 2024. Konsistensinya dalam meraih gelar juara di ajang internasional ini membuktikan bahwa Leani merupakan atlet dengan kualitas kelas dunia.
Selain itu, Leani juga berhasil mencatatkan sejarah pada Paralimpiade 2020 di Tokyo, di mana ia sukses membawa pulang tiga medali. Dalam debutnya di ajang Paralimpiade, Leani berhasil meraih dua medali emas dan satu perak, menjadikannya sebagai atlet parabadminton pertama dari Indonesia yang mampu meraih tiga medali sekaligus pada ajang Paralimpiade.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
