Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Agustus 2024 | 15.14 WIB

Asian Games 2018 Memiliki Dampak Besar terhadap Panjat Tebing

PEMBIBITAN: Regenerasi olahraga panjat tebing berjalan bagus berkat capaian prestasi para atletnya. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS) - Image

PEMBIBITAN: Regenerasi olahraga panjat tebing berjalan bagus berkat capaian prestasi para atletnya. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

JawaPos.com - Dilombakannya cabor panjat tebing di ajang Asian Games 2018 begitu membekas bagi sosok Puji Lestari. Enam tahun lalu, Puji mendapatkan medali emas speed relay dan perak nomor perorangan. Bagi Puji, bukan hanya capaian medali yang membuatnya gembira. Tetapi juga menyebarnya ”virus” panjat tebing di masyarakat.

Menurut Puji, masyarakat mulai melihat dan tertarik pada sport climbing. Di Asian Games 2018, Indonesia menjadi juara umum dengan meraih 3 emas, 2 perak, 1 perunggu. ”Dampaknya memang sangat terasa. Mulai ketersediaan SDM (sumber daya manusia, Red) yang meningkat hingga sarana-prasarana kian memadai,” ujarnya kepada Jawa Pos.

Dengan pasokan SDM, Puji yakin Indonesia bisa mencetak the next Veddriq pasca-Olimpiade 2024. ”Karena wall panjat tebing sudah banyak tersedia di kota-kota besar maupun di daerah,” kata Puji.

Di area Jakarta dan sekitarnya, misalnya. Menurut Puji, sudah sangat banyak wall untuk panjat dinding dengan jenis dan standar yang beragam. Mulai yang hanya memiliki satu lintasan panjat dinding sampai yang berstandar internasional.

”Belum lagi di beberapa universitas yang sekarang sudah mulai bagus-bagus wall-nya, terus ditambah wall berbayar yang sudah lumayan banyak. Untuk wall gym yang berbayar aja, ada 10,” jelasnya.

Vice CDM SEA Games Kamboja 2023 itu berharap raihan medali emas pertama panjat tebing di Olimpiade menjadi cambukan bagi adik-adik junior untuk lebih termotivasi. ”Lebih gila lagi dalam berlatih. Semua tidak ada yang tidak mungkin ketika mereka sudah berusaha maksimal,” tutur Puji.

Pelatih panjat tebing Indonesia Hendra Basir mengungkapkan, semakin banyaknya event lomba yang melibatkan pemanjat usia pemula, junior, hingga senior semakin menguntungkan buatnya. Artinya, federasi (PP FPTI) makin banyak suplai nama.

Pihaknya akan mengundang atlet dari kejuaraan junior untuk mengikuti seleksi nasional. ”Nah, di situ kami melakukan skrining semuanya,” papar mantan pelatih DKI Jakarta di PON XIX Jawa Barat 2016 tersebut.

Hendra menjelaskan, yang menjadi penilaian dalam seleksi tidak sekadar bisa memanjat. Ada berbagai faktor. Mulai psikologi hingga kesehatan. ”Jadi, kualitas yang ada di nasional itu akan memudahkan kita mencari atlet yang benar-benar bagus secara kualitas memanjat dan punya mental yang bagus,” tandasnya. (raf/c14/dra)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore