
Timnas Basket Brasil tak menganggap remeh lawan yang akan mereka hadapi di Grup G Piala Dunia FIBA 2023 di Jakarta. (Antara)
JawaPos.com – Kapten Timnas Bola Basket Brasil, Marcelo Huertas, menaruh respek yang sama pada seluruh tim yang ada di Grup G, yakni juara bertahan Spanyol, Iran, serta Pantai Gading. Dia menganggap persaingan di Piala Dunia FIBA 2023 akan sangat ketat.
"Kami memiliki persiapan yang baik. Kami datang untuk berkompetisi dengan harapan menjadi yang terbaik di semua area, dalam hal taktis, teknis, dan juga mempersiapkan mental untuk setiap skenario, setiap pertandingan menghadapi lawan kami,” ujar Huertas.
“Tidak masalah bermain melawan Spanyol, Iran, dan Pantai Gading. Kami akan menghormati semua orang dengan cara yang sama," ungkap Huertas dalam konferensi pers menjelang pembukaan Piala Dunia FIBA 2023 di Indonesia Arena Jakarta, Kamis (24/8).
Menurut Huertas, Brasil saat ini memang tak diperkuat bintang NBA seperti pada masa lalu. Namun, pemain yang sebagian kariernya dihabiskan bermain di klub-klub Spanyol tersebut meyakini komposisi pemain lama dan baru menghadirkan kekuatan baru yang unik.
"Kami punya pemain dengan tipe berbeda di banyak posisi. Cara Yago Mateu bermain berbeda dengan saya. Gaya main Bruno Caboclo juga berbeda dengan Cristiano Felicio," kata kapten tim berusia 40 tahun tersebut.
Huertas sendiri salah satu pemain senior di Timnas Brasil yang telah membela negaranya di piala dunia bola basket sebanyak empat kali. Piala Dunia FIBA 2023 di Indonesia akan menjadi kompetisi basket dunia kelima kali yang diikuti olehnya.
Perpaduan pemain senior dan pebasket muda yang memiliki gaya bermain berbeda itu akan membuat Brasil bisa mengatur tim sesuai dengan gaya permainan yang diinginkan menghadapi lawan dengan karakteristik dan keunggulan yang juga berbeda. Menurut dia, ini akan memudahkan De Conti sebagai pelatih.
Pelatih Brasil, De Conti, tak mau sesumbar dengan memastikan seberapa jauh timnya akan melangkah di piala dunia kali ini. Namun, dia melihat timnya sudah bermain dalam level tertinggi. "Kami akan menjadi tim yang kompetitif," katanya.
Opstimisme De Conti dikarenakan Brasil telah menjalani tiga pertandingan pemanasan di Australia dan seluruhnya berhasil dimenangkan.
Brazil mengalahkan Sudan Selatan 85-75, tuan rumah Australia 90-86, dan Venezuela 83-71. Dua laga di Tiongkok berakhir dengan kekalahan 87-93 dari Italia, dan 85-89 dari Serbia. Namun, dia juga melihat penampilan menjanjikan.
"Kami mengalahkan Australia di depan pendukungnya dan bertarung ketat melawan Serbia. Jelas, kami bisa bersaing dengan setiap tim," kata De Conti.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
