
Pasangan ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana (kanan) dan Nita Violina Marwah (kiri). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
JawaPos.com - Ganda campuran Adnan Maulana/Nita Violina Marwah lolos dari ujian babak pertama Orleans Masters 2023 dengan kemenangan tiga gim, meski belum menemukan kenyamanan dalam permainan mereka di Prancis, Rabu (5/4) sore waktu setempat, dikutip dari ANTARA.
Saat menghadapi pasangan Mikkel Mikkelsen/Rikke Soby, Adnan mengaku masih beradaptasi dengan kondisi teknis sehingga sempat kesulitan dalam menemukan pola permainan yang cocok untuk menghadapi ganda campuran asal Denmark itu.
Baca Juga: Terdampak Perubahan Iklim, Peristiwa Alam Ekstrem di Indonesia Meningkat
"Di gim pertama kami terlalu banyak mengangkat bola dan defense juga lagi kurang enak," kata Adnan dalam informasi tertulis PP PBSI di Jakarta, Kamis (6/4).
Kondisi tak menguntungkan pada gim pertama menjadi awalan yang buruk bagi pasangan peringkat ke-72 itu, yang berakhir dengan keunggulan 16-21 bagi Mikkel/Rikke.
Baca Juga: Gubernur BI: Inflasi Terkendali, Rakyat Sejahtera, Ekonomi Maju
Enggan mengulangi kesalahan pertama, Adnan/Nita pun meningkatkan pola permainan dan berusaha bangkit dari ketertinggalan pada gim kedua.
Sempat bersaing ketat lepas interval, Adnan/Nita berusaha lebih sabar saat terjadi kejar mengejar skor. Saat tertinggal tipis 11-10 dan 12-11, Adnan/Nita membalas dengan menyabet tiga poin dan membalikkan keadaan menjadi 13-12.
Baca Juga: Awali Orleans Masters 2023, The Babies belum Temui Kendala
Selepas itu, mereka tak kehilangan satu poin pun dari Mikkel/Rikke sebelum akhirnya memberikan balasan telak dengan mengamankan delapan poin berturut-turut untuk mengunci kemenangan 21-13 bagi Indonesia.
Pada gim ketiga, Adnan/Nita lebih enjoy dalam memberikan perlawanan. Komunikasi menjadi faktor penting bagi duo Indonesia untuk meraih kemenangan pada gim kedua dan ketiga, hingga akhirnya mengemas kemenangan 16-21, 21-13, 21-15 atas Mikkel/Rikke.
"Di gim berikutnya saya lebih banyak komunikasi dengan Nita harus main seperti apa, saya sendiri mainnya lebih banyak menurunkan bola saja agar lawan tidak banyak melakukan serangan," kata Adnan menceritakan.
Baca Juga: Gol Tunggal Rashford Bawa Manchester United Tekuk Brentford
Adnan menilai permainan mereka pada pekan ini dan minggu lalu sama beratnya karena menghadapi lawan yang punya pola bagus, serta punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Faktor pembeda dibanding saat berlaga di Spain Masters, Madrid, ialah berat shuttlecock yang lebih normal. Sedangkan saat berlaga di Spanyol, mereka merasa kok lebih berat.
Mereka juga berkomitmen untuk memperbaiki kekurangan dari penampilan di Spain Masters, yang hanya mencapai babak 16 besar.
"Harapannya pastinya bisa naik podium tertinggi, tapi maksimalkan saja dulu step by step," pungkas Adnan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
