Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 September 2021 | 23.47 WIB

Ditekuk No 1 Indonesia, Ganda No 2 Dunia dari Prancis: Seperti Perang

This handout photo released by the Olympic Information Services (OIS) of the International Olympic Committee (IOC) and taken on September 5, 2021 shows Indonesia - Image

This handout photo released by the Olympic Information Services (OIS) of the International Olympic Committee (IOC) and taken on September 5, 2021 shows Indonesia

JawaPos.com-Ganda campuran para-badminton nomor satu dunia dari Indonesia Hary Susanto/Leani Ratri Oktila sukses meraih emas Paralimpiade Tokyo 2020.

Melawan pasangan nomor dua dunia Lucas Mazur/Faustine Noel asal Prancis, Hary/Ratri menang dalam pertandingan menegangkan dengan skor 23-21, 21-17.

Laga yang berlangsung di Yoyogi National Gymnasium, Tokyo, hari ini (5/9) itu berjalan sangat dramatis terutama pada game pertama. Saat itu, Hary/Ratri sempat tertinggal 12-17.

Namun, mereka bangkit dramatis dan mengambil game pertama dengan skor tipis 23-21. Di game kedua, Hary/Ratri tetap mendapatkan perlawanan intens. Tetapi, mereka mampu tampil nyaman, dominan, dan akhirnya mengunci emas kedua untuk Indonesia.

"Ini adalah impian terbesar saya untuk berlaga di Paralimpiade dan menciptakan sejarah untuk negara saya," kata Hary Susanto dalam wawancara setelah laga seperti dikutip situs resmi BWF.

"Saya sangat lelah tetapi sangat puas karena saya berhasil memenangkan pertandingan ini," timpal Ratri.

Ratri pantas kalau lelah. Sebab, dia memang sangat sibuk di Paralimpiade Tokyo 2020. Dia turun pada tiga nomor dan harus menjalani empat pertandingan kemarin (4/9).

Akhirnya, Ratri meraih dua emas dan satu perak. Emas dia dapatkan dari ganda campuran dan ganda putri SL3-SU5 (bersama Khalimatus Sadiyah). Pada nomor tunggal putri SL4, Ratri 'hanya' mendapatkan perak.

"Untuk pertandingan hari ini, saya tidak punya banyak waktu untuk bersiap. Sebab, pada Sabtu malam ada victory ceremony (ganda putri, Red). Dan saya tidak terlalu bisa fokus untuk mempersiapkan diri sendiri," imbuh Ratri.

Sementara itu, Mazur mengatakan bahwa final ini adalah pengalaman yang luar biasa.

"Tujuan kami memang mendapatkan medali dan kami datang untuk mendapatkan medali. Ini adalah medali ganda campuran pertama kami di Paralimpiade. Kami tidak mendapatkan medali saat kejuaraan dunia," ucap Mazur

"Kami bangga bisa membawa pulang medali yang cantik ini ke rumah. Dan kami tidak sabar untuk menuju Paris 2024. Di sana, tentu saja kami ingin mengincar medali emas," tambah Mazur.

Pagi hari sebelum final ganda campuran, Mazur meraih emas pada tunggal putra SL4. Di final, dia mengalahkan Suhas Lalinakere Yathiraj asal India. Tunggal Indonesia Fredy Setiawan mendulang perunggu pada nomor SL4 ini.

"Setiap hari rasanya saya bertarung keras karena saya tidak punya banyak waktu untuk beristirahat. Saya harus selalu fokus pada pertandingan berikutnya sejak hari pertama. Hari ini rasanya seperti sebuah perang, saya wajib melalui semuanya," timpal Noel.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore