Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Agustus 2021 | 04.23 WIB

Kontingen Indonesia Bidik 1 Emas, 1 Perak, dan 3 Perunggu dari Tokyo

Atlet Bulu Tangkis disabilitas Indonesia Leani Ratri Oktilla saat berada di Solo, Sabtu (20/9).FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS - Image

Atlet Bulu Tangkis disabilitas Indonesia Leani Ratri Oktilla saat berada di Solo, Sabtu (20/9).FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

JawaPos.com-Chef de Mission (CdM) Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 Andi Herman sudah memancangkan target. Dia mengatakan, timnya membidik lima medali dari Tokyo.

Menurut Andi, ini sesuai dengan kalkulasi yang cermat dengan memperhitungkan peluang para atlet pada setiap cabang olahraga.

Dalam Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen Indonesia untuk Paralimpiade Tokyo secara virtual (14/8), Andi merinci target Indonesia. Merah Putih diharapkan membawa pulang satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Secara spesifik, Indonesia ditarget finis di urutan 60 dalam klasemen akhir perolehan medali.

Terdapat empat cabang olahraga yang diharapkan dapat meraih medali. Parabadminton, menjadi tumpuan utama dengan target masing-masing satu emas dan satu perak.

Sementara itu, para powerlifting, para tenis meja, dan para atletik, dia sebut memiliki peluang untuk menyumbang perunggu. Andi optimistis dapat mencapai target tersebut.

"Optimisme ini didasari oleh kalkulasi yang cermat dengan memperhitungkan peluang setiap atlet pada setiap cabang," kata Andi.

"Selebihnya untuk menambah jam terbang atlet. Sekaligus mengukur kemampuan lawan. Jadi itu bisa menjadi bahan evaluasi dan strategi pembinaan atlet untuk Paralimpiade berikutnya," tambahnya.

Untuk mencapai target, Andi menuturkan Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia telah melakukan persiapan matang. Meski dalam pelaksanaannya penuh tantangan di tengah pandemi Covid-19.

"Atlet melaksanakan program Pelatnas harus menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi Covid-19. Selain berlatih secara tatap muka langsung, atlet juga menjalani latihan secara virtual yang tentu saja baru pertama kali dilakukan," kata Andi.

Pemusatan latihan nasional dilakukan di Solo sejak Oktober 2020 sampai Agustus 2021. Selain itu, untuk mencapai target, NPC Indonesia juga mengirim atlet untuk mengikuti event internasional. Ini sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi atlet. Dan juga dalam rangka mengumpulkan poin.

"Kemudian juga melakukan uji coba atau tryout ke luar negeri untuk menambah pengalaman atlet," kata Andi.

Dengan serangkaian persiapan tersebut, Andi optimistis kontingen Indonesia dapat mencapai target yang dicanangkan. "Tak hanya memperbaiki peringkat, tetapi juga mengumpulkan lebih banyak medali dibandingkan Paralimpiade sebelumnya di Rio de Janeiro, 2016," ucapnya.

Pada edisi sebelumnya, Indonesia pulang dengan satu medali perunggu. Indonesia berada di posisi 76 dalam klasemen akhir perolehan medali.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore