
Atlet Bulu Tangkis disabilitas Indonesia Leani Ratri Oktilla saat berada di Solo, Sabtu (20/9).FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
JawaPos.com-Chef de Mission (CdM) Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 Andi Herman sudah memancangkan target. Dia mengatakan, timnya membidik lima medali dari Tokyo.
Menurut Andi, ini sesuai dengan kalkulasi yang cermat dengan memperhitungkan peluang para atlet pada setiap cabang olahraga.
Dalam Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen Indonesia untuk Paralimpiade Tokyo secara virtual (14/8), Andi merinci target Indonesia. Merah Putih diharapkan membawa pulang satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Secara spesifik, Indonesia ditarget finis di urutan 60 dalam klasemen akhir perolehan medali.
Terdapat empat cabang olahraga yang diharapkan dapat meraih medali. Parabadminton, menjadi tumpuan utama dengan target masing-masing satu emas dan satu perak.
Sementara itu, para powerlifting, para tenis meja, dan para atletik, dia sebut memiliki peluang untuk menyumbang perunggu. Andi optimistis dapat mencapai target tersebut.
"Optimisme ini didasari oleh kalkulasi yang cermat dengan memperhitungkan peluang setiap atlet pada setiap cabang," kata Andi.
"Selebihnya untuk menambah jam terbang atlet. Sekaligus mengukur kemampuan lawan. Jadi itu bisa menjadi bahan evaluasi dan strategi pembinaan atlet untuk Paralimpiade berikutnya," tambahnya.
Untuk mencapai target, Andi menuturkan Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia telah melakukan persiapan matang. Meski dalam pelaksanaannya penuh tantangan di tengah pandemi Covid-19.
"Atlet melaksanakan program Pelatnas harus menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi Covid-19. Selain berlatih secara tatap muka langsung, atlet juga menjalani latihan secara virtual yang tentu saja baru pertama kali dilakukan," kata Andi.
Pemusatan latihan nasional dilakukan di Solo sejak Oktober 2020 sampai Agustus 2021. Selain itu, untuk mencapai target, NPC Indonesia juga mengirim atlet untuk mengikuti event internasional. Ini sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi atlet. Dan juga dalam rangka mengumpulkan poin.
"Kemudian juga melakukan uji coba atau tryout ke luar negeri untuk menambah pengalaman atlet," kata Andi.
Dengan serangkaian persiapan tersebut, Andi optimistis kontingen Indonesia dapat mencapai target yang dicanangkan. "Tak hanya memperbaiki peringkat, tetapi juga mengumpulkan lebih banyak medali dibandingkan Paralimpiade sebelumnya di Rio de Janeiro, 2016," ucapnya.
Pada edisi sebelumnya, Indonesia pulang dengan satu medali perunggu. Indonesia berada di posisi 76 dalam klasemen akhir perolehan medali.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
