
Photo
JawaPos.com – Perseteruan internal antara Yamaha dan Maverick Vinales rasanya tidak bisa dibendung lagi. Setelah mengumumkan menskors dan melarang Vinales membalap di GP Austria, Yamaha mulai membuka alasan di balik keputusan itu.
Dilansir dari laman Motorsport, Yamaha menuduh Vinales dengan sengaja ingin merusak mesin YZR-M1 miliknya saat membalap di GP Styria.
Caranya dengan menggeber motornya (over revving) melampaui batas RPM (revolutions per minute) yang diperbolehkan.
Memang alasan ini terkesan mengada-ada. Karena setiap motor MotoGP dilengkapi peranti untuk membatasi RPM mesin. Namun, Yamaha memiliki data telemetri yang bisa dijadikan bukti kuat.
Sebagai pengingat, di GP Styria Vinales tidak membalap sampai finis. Kru tim memberi tanda “pitlane” di papan saat balapan kurang satu lap lagi.
Vinales pun manut dan tidak meneruskan balapan. Saat menuju garasi itulah, Vinales diduga menggeber motornya karena saking kecewanya dengan tim.
Usai balapan, Vinales mengatakan bahwa sejatinya setingan motornya sebelum red flag sangat nyaman. Tapi setelah restart semuanya jadi berubah.
‘’Mereka mengganti kopling dan banku. Setelah itu, semuanya langsung berbeda,’’ ungkap Vinales.
Adu argumen antara kedua pihak semakin panas setelah ayah Vinales, Angel Vinales, ikut angkat suara. Dia menuduh Yamaha menyabotase motor anaknya.
’’Sikap diam ini harus diakhiri!!! Apa yang terjadi hari ini (balapan GP Styria) sangat memalukan. (Yamaha) melakukan hal ini (sabotase) kepada pembalapnya sendiri, karena dia memilih hengkang (dari tim di akhir musim),’’ tulis Angel di media sosialnya.
Seorang mekanik yang dekat dengan Motorsport mengungkap, ketika memasuki garasi setelah red flag Vinales berpesan kepada semua orang di sana agar motornya tidak disentuh. ‘’Dia bilang motornya bekerja dengan baik, jadi jangan disentuh!,’’ ungkapnya.
Tapi ternyata seorang mekanik mengganti kopling dan menghubungkan ECU-nya dengan komputer lalu mengopreknya.
Alhasil, motor tersebut mogok sebelum warm up lap dimulai. Vinales pun harus mendorong motornya kembali ke garasi.
Dia pun disanksi start dari pitlane.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
