Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Juli 2020 | 22.00 WIB

Menanti Ledakan Pemain Indonesia Nomor 261 Dunia

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – PBSI Home Tournament memasuki fase akhir. Yakni, tunggal putri. Persaingan di sektor tersebut digelar di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, mulai besok (22/7) hingga Jumat (24/7). Turnamen itu diikuti 16 pemain yang dibagi dalam 4 grup.

Dilihat dari tren beberapa bulan terakhir sebelum pandemi, penampilan pemain pelatnas prioritas sedang menurun. Gregoria Mariska Tunjung, pemain terbaik Indonesia, mencatat prestasi paling tinggi menembus perempat final Thailand Masters pada Januari.

Sementara itu, Fitriani tak pernah lolos dari babak pertama dalam tiga turnamen yang diikuti sepanjang awal 2020.

Kondisi tersebut semestinya bisa dimanfaatkan para pemain pelapis hingga junior. Ada beberapa nama yang diharapkan bisa membuat kejutan. Di antaranya, Putri Kusuma Wardani (alias Putri K.W.) dan Stephanie Widjaja. Grafik penampilan mereka sedang naik.

Putri K.W., misalnya. Pemain binaan PB Exist itu mencatatkan tren yang cukup baik sepanjang 2019. Dari 36 kali bertanding, 27 di antaranya sukses dimenangi. Artinya, persentase kemenangannya mencapai 65 persen. Tahun ini dia masuk tim Kejuaraan Asia 2020 di Manila, Filipina. Dia berhasil memenangi satu-satunya pertandingan yang dijalani.

Hal itu berbeda dengan para pemain senior. Misalnya, Fitriani yang hanya mencatatkan 18 kemenangan dari 40 pertandingan (45 persen). Sementara itu, Gregoria hanya menang 13 kali dari 34 laga (38,2 persen). Memang, level turnamen yang dijalani juga berbeda. Namun, catatan tersebut bisa menjadi bekal kepercayaan diri buat para pemain junior.

Karena itu, Gregoria juga tidak mau terbuai dengan status unggulan pertama. Di atas kertas, dia memang sepantasnya menjadi juara. Peringkat pemain dari Mutiara Cardinal Bandung itu juga jauh di atas para pemain junior. Yakni, posisi ke-24 dunia. Bandingkan dengan Putri K.W. yang masih meniti dari posisi ke-261 dunia.

’’Peluang juara memang ada, tapi bukan berarti akan mudah,’’ ungkap Jorji, sapaan akrabnya, kemarin. Menurut dia, pemain lain juga berambisi menjadi pemain tunggal putri terbaik di tanah air. ’’Jadi, saya anggap semua lawan itu berat,’’ kata gadis yang pada 11 Agustus nanti genap berusia 21 tahun tersebut.

Jorji menuturkan, semangat pemain muda patut diwaspadai. Terlebih, pada ajang itu, kebanyakan tidak memiliki beban. Mereka disebut bakal tampil lebih berani dan lepas. ’’Mainnya nothing to lose dibanding yang senior. Saya akan tetap mewaspadai mereka,’’ ucap dia.

Selama kalender BWF berhenti, Jorji melakukan berbagai persiapan untuk turnamen tersebut. Dia merasa sangat siap. ’’Latihannya banyak. Hampir mirip dengan persiapan ke turnamen biasa,’’ ujarnya.

Yang pasti, sambung dia, yang paling disiapkan adalah mental. ’’Karena ketemu teman-teman sendiri yang kurang lebih sama-sama tahu bagus dan kurangnya di mana,’’ tutur Jorji.

Jorji tergabung di grup M bersama Putri K.W. Tentu, pemain bertinggi badan 172 cm itu akan menjadi lawan terberat Jorji di fase grup. Selain mereka, penampilan Ruselli Hartawan, Komang Ayu Cahya Dewi, Aisyah Sativa Fatetani, dan Asti Dwi Widyaningrum juga menarik ditunggu.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore