
Photo
JawaPos.com- Chico Aura Dwi Wardoyo menjadi unggulan di Grup F Mola TV PBSI Home Tournament 2020. Dan Chico membuka laga di lapangan pelatnas PP PBSI, Cipayung, Jakarta Timur pagi ini (8/7), dengan kemenangan.
Chico dengan relatif mudah mengalahkan Yohanes Saut Marcelino lewat laga dua game yang berakhir dengan skor 21-11 dan 21-12. Pertandingan berakhir hanya dalam tempo 29 menit.
Pada game pertama, Chico mengontrol penuh pertandingan lewat permainan-permainan agresif. Pemain nomor 75 dunia itu unggul dengan skor 21-11.
Di awal game kedua, Yohanes sempat memberikan perlawanan. Namun, lepas angka 11, Chicho melesat dan memimpin jauh dengan skor 17-10. Yohanes yang berusia 17 tahun dan belum memiliki ranking dunia, terlihat sering mati sendiri. Dia juga kerap memberikan bola-bola tanggung. Jadi, Chico bisa menghajarnya dengan mudah.
Selain itu, kecepatan permainan bola depan Chico membuat Yohanes pontang-panting. Sebuah smes menyilang keras ke kanan dan kiri membuat Chico mencapai match point dalam posisi 20-11. Serobotan di depan net, mengakhiri perlawanan Yonahes dengan skor 12-21.
"Coba bermain lebih lepas. Seperti dalam latihan, saya berusaha fokus dan keluarkan semuanya di lapangan," kata Chico dalam wawancara dengan Mola TV.
Yohanes menurut Chico adalah pemain bertipe defensif dan memilih melakukan serangan balik. Jadi, untuk mengatasinya, Chico, mencoba bermain lebih menyerang di depan untuk mengontrol pertandingan.
"Sekarang yang utama adalah jaga fisik. Beberapa bulan tidak bertanding, saya lebih matengin feeling stroke. Pokoknya main maksimal saja," tandasnya.
Selain Chico dan Yohanes, grup F juga berisikan Firman Abdul Kholik dan Alvi Wijaya Chairullah. Chico mengatakan, Firman adalah lawan terberat.
"Peluang juara grup pasti ada, tapi yang lain juga pemain bagus. Ada Firman yang stroke-nya bagus, pukulannya komplet, dia sepertinya akan jadi lawan terberat," tutur Chico dikutip dari siaran pers PP PBSI.
Di lapangan dua, M. Sultan Nurhabibullah Mayang ditundukkan Tegar Sulistio dengan skor 15-21, 19-21. Sultan menggantikan posisi Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu yang batal bertanding karena kakinya mengalami luka.
"Kemarin Gatjra kaki kiri belakangnya luka waktu dia di asrama, jadi tidak bisa memakai sepatu dan otomatis tidak bisa bertanding. Posisi Gatjra digantikan oleh Sultan," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
