
ZIARAH: Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso berziarah di makam Jenderal Soedirman, Rabu (27/2).
JawaPos.com-Dunia bulu tangkis tanah air mengenang mantan Ketua Umum PP PBSI (periode 2008–2012) Djoko Santoso sebagai pimpinan yang tegas dan pekerja keras.
Sosok yang juga menjabat panglima TNI 2005–2007 itu kemarin berpulang pada pukul 6.30 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, di usia 67 tahun.
Djoko merupakan ketua umum PBSI yang ke-11. Dia menjabat ketua umum menggantikan Sutiyoso (2004–2008). Setelah masa kepemimpinan Djoko habis, induk bulu tangkis tanah air kemudian dipimpin Gita Wirjawan (2012–2016).
”Sepanjang masa baktinya memimpin PBSI, beliau tak pernah lelah untuk terus berupaya memajukan prestasi bulu tangkis. Selepas masa jabatannya pun, beliau masih terus memberikan perhatian dan dukungan untuk bulu tangkis,” kenang Ketua Umum PP PBSI Wiranto dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.
Dalam masa kepemimpinan Djoko, PBSI memang disorot. Terutama setelah hasil Olimpiade London 2012. Saat itu Indonesia tidak meraih emas. Meski begitu, beberapa prestasi berhasil diraih. Misalnya, emas Asian Games 2010 melalui Markis Kido/Hendra Setiawan. Kemudian, gelar All England 2012 melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Gelar itu sangat berarti karena gelar All England pertama Indonesia setelah hampir satu dekade. Sebelumnya gelar diraih Candra Wijaya/Sigit Budiarto pada 2003.
Rasa kehilangan dirasakan Owi, sapaan akrab Tontowi Ahmad. ”Saya turut berdukacita. Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi beliau terhadap bulu tangkis. Beliau itu sosok yang begitu perhatian terhadap para atlet,” ujar peraih emas Olimpiade Rio 2016 itu.
Hal senada diungkapkan oleh Hendra Setiawan. Dalam masa-masa Djoko menjabat, memang terjadi pasang surut prestasi. Namun, tak sekali pun atlet disalahkan. Justru Djoko terus memberikan motivasi kepada atlet agar bisa bangkit.
”Yang pasti sebelum bertanding, beliau selalu bilang jangan takut kalah. Beliau bilang, saya yang bertanggung jawab menang atau kalah, yang penting atlet berikan penampilan terbaik,” kata Hendra.
Di mata Hendra, Djoko merupakan sosok pemimpin yang berwibawa. ”Beliau itu pemimpin yang tegas, tetapi juga baik. Sering datang juga ke pelatnas untuk sharing dan memberikan motivasi kepada para atlet,” tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
