
Photo
JawaPos.com – Indonesia berhasil bertahan dalam World Group (Grup Dunia) II Piala Davis. Itu dipastikan setelah Christopher Rungkat dkk unggul 4-0 atas Kenya pada babak playoff di stadion tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin (7/3).
Dengan demikian, Indonesia berkesempatan mengikuti playoff dan promosi ke Grup Dunia I tahun depan.
Merah Putih sudah unggul 2-0 pada hari pertama Jumat lalu (6/3). Christo dan David Agung Susanto menyumbangkan angka dari nomor tunggal. Nah, kemarin Indonesia tak mau bereksperimen.
Sebab, hanya dibutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengunci posisi di Grup Dunia II. Dua pemain senior itu diterjunkan bersama di sektor ganda.
Christo/David berhadapan dengan Ismael Changawa Ruwa Mzai/Ibrahim Kobet Yeho, pasangan ganda utama Kenya. Di luar dugaan, ternyata mereka harus berjuang keras.
Christo/David mesti menempuh tiga set, yang seluruhnya diselesaikan melalui tie break. Skor selalu superketat. Bahkan, Mzai/Yeho selalu unggul lebih dulu. Christo/David akhirnya menang 6-7 (2), 7-6 (6), 7-6 (3)
’’Kami sudah membuat plan, tetapi servis lawan cukup baik. Permainan mereka di luar ekspektasi kami. Pada set pertama kami seharusnya bisa ambil, tapi terlewat. Mereka mendapatkan momentum kepercayaan diri,’’ papar Christo.
’’Di set kedua, kami bangkit dan mulai main lepas. Meski ada tie break lagi, akhirnya kami menang. Puas sih dengan performa tadi,’’ imbuhnya.
Bisa dimaklumi kalau Christo dan David harus bekerja keras kemarin. Mereka memang sudah lama tak bermain bersama. Kali terakhir, Christo berpasangan dengan David pada Piala Davis edisi 2015. Saat itu Indonesia unggul 5-0 atas Iran. Dalam Piala Davis sendiri, Christo kali terakhir turun pada 2018. Dia berpasangan dengan Justin Barkie.
’’Kami sudah melakukan yang terbaik hari ini (kemarin, Red). Saya senang bisa bermain dengan Christo lagi,’’ tutur David. Apakah bermain di Piala Davis membuatnya grogi? ’’Kalau grogi, pasti di setiap pertandingan. Tapi, kami juga sudah terbiasa meng-handle ini,’’ tambah pemain 28 tahun tersebut.
Christo sendiri menjadi pemain yang paling banyak membukukan kemenangan buat tim Indonesia. Rekornya adalah 34-17.
Setelah unggul 3-0, Indonesia sudah memastikan kemenangan. Namun, partai keempat tetap digelar. Pemain masa depan Merah Putih, Gunawan Trismuwantara, diterjunkan untuk melawan Kevin Cheruiyot. Pemain 17 tahun itu menang relatif mudah 6-4, 6-2.
Kapten Indonesia Feby Widhianto mengaku terkejut dengan kemenangan telak yang diperoleh Christo dkk. Sejak awal, dia mengakui bahwa pihaknya sama sekali buta akan kekuatan lawan. Kenya selama ini bergabung dengan zona Eropa sehingga tak pernah ditemui. Apalagi, peringkat negaranya lebih tinggi.
’’Awalnya, saya pikir kualitas mereka (Kenya, Red) satu level di atas. Ternyata, di pertandingan, hasilnya beda,’’ kata Feby, riang. ’’Saya apresiasi anak-anak yang sudah tampil all-out dan berjuang meraih kemenangan untuk Indonesia,’’ imbuhnya.
Sementara itu, kapten tim Kenya Rosemary Owino mengatakan, timnya sudah mengerahkan kemampuan terbaik. Dia tetap bangga kepada para pemainnya. ’’Mereka bisa beradaptasi dengan lapangan dan tekanan penonton. Tentunya tidak menyenangkan untuk kalah. Tapi, anak-anak berhasil mengeluarkan semua kemampuan mereka,’’ ucapnya.
Bertahan di Grup Dunia II jelas tidak mudah. Namun, tantangannya adalah promosi ke Grup Dunia I. Pertandingan Grup Dunia II bakal digeber pada Juli atau September mendatang. Nanti, ada 24 tim yang bertarung dengan sistem home and away.
Nah, 12 tim yang menang akan mengikuti playoff ke Grup Dunia I.
Ketua Umum PP Pelti Rildo Ananda Anwar senang dengan peluang naik level. Namun, dia tetap akan menjalankan regenerasi pemain. Meski memburu promosi, Pelti bakal tetap memasukkan pemain muda ke skuad Piala Davis.
---
Dalam Angka
2
Sebelum sistem diubah, Indonesia pernah menembus world group (grup dunia) sebanyak dua kali saja. Yakni, pada 1983 dan 1989. Lawannya seram-seram. Misalnya, Inggris, Italia, Prancis, dan AS.
1989
Prestasi tertinggi kita adalah mengikuti babak pertama grup dunia. Melawan Jerman Barat, Indonesia langsung dihajar 0-5. Bagaimana tidak. Tim itu diperkuat Boris Becker...
2005
Dalam 15 tahun terakhir, prestasi terbaik Indonesia adalah pada 2005. Kita berada di Grup I Zona Asia/Oseania. Setelah itu terdegradasi ke Grup II sampai 2018.
34
Christopher Rungkat menjadi pemain yang paling banyak membukukan kemenangan buat tim Indonesia. Rekornya adalah 34-17.
16
Bonit Wiryawan menjadi pemain yang paling sering membela Indonesia. Yakni, sebanyak 16 edisi.
---
HASIL KEMARIN (7/3)
GANDA 1
Christopher Rungkat/David Agung Susanto vs Ismael C.R. Mzai/Ibrahim Kobet Yeho
6-7 (2), 7-6 (6), 7-6 (3)
TUNGGAL 3
Gunawan Trismuwantara vs Kevin Cheruiyot
6-4, 6-2
Video Christopher Rungkat Raih Penghargaan dari ITF
https://www.youtube.com/watch?v=UKNABiNWTOM
Video Christopher Rungkat Membuka Kemenangan Indonesia
https://www.youtube.com/watch?v=0ZJ24XHhuPQ

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
