
Photo
JawaPos.com – Greysia Polii/Apriyani Rahayu kembali bertemu wakil Korea Selatan. Di babak perempat final Malaysia Masters 2020 hari ini, unggulan kedelapan tersebut akan melawan ganda Korea Selatan Chang Ye-na/Kim Hye-rin.
Ganda putri terbaik Indonesia itu punya rekor yang tak menyenangkan terhadap lawan. Dua kali berhadapan, dua kali pula mereka kalah.
Eng Hian, sang pelatih, pernah murka ketika atletnya kalah kali pertama oleh Chang/Kim. Hal itu terjadi pada babak delapan besar Thailand Open. Saat itu keduanya menderita kekalahan setelah berjibaku dalam rubber game seru yang berakhir 21-9, 21-23, 19-21.
Lalu, hasil serupa terulang tiga bulan kemudian.
Kekalahan kedua Greysia/Apriyani terjadi di Denmark Open. Malah lebih parah. Mereka takluk lewat dua game langsung 21-23, 16-21. Belum juga bisa menemukan cara untuk mengalahkan ganda putri Jepang yang kala itu masih mendominasi tiga besar dunia, Greysia/Apriyani menemui momok baru.
Bukan hanya Chang/Kim yang sulit dikalahkan. Greysia/Apriyani juga belum berhasil menembus pertahanan wakil Korsel lainnya, Kim So-yeong/Kong Hee-yong.
Nah, kali ini Greysia/Apriyani menyatakan lebih siap. Pengalaman dikalahkan dua kali itu telah membuat mereka belajar dan sedikit demi sedikit menemukan celah untuk mengalahkan Chang/Kim.
’’Kami mau balas kekalahan. Ganda putri Korea kan memang sedang bagus penampilannya. Kami sudah dua kali ketemu. Sudah sama-sama tahu permainan masing-masing,’’ kata Greysia seperti dikutip dalam siaran pers PP PBSI.
Namun, harus diakui performa Greysia/Apriyani menurun sepanjang 2019 hingga sekarang. Penampilan keduanya di Malaysia Masters tahun ini tidak terlalu mulus. Meski berada dalam jajaran top level, skor permainan masih bisa dipepet lawan yang peringkatnya masih di bawah mereka.
Sebelum ini, keduanya juga mendapat ujian besar menghadapi Baek Ha-na/Jung Kyung-eun di babak pertama. Pasangan Korsel itu juga nyaris memulangkan Greysia/Apriyani.
Greysia/Apriyani harus melewati rubber game 21-17, 20-22, 23-21 untuk lolos ke babak 16 besar. Peluang main tiga game itu mungkin juga harus dilalui jika menghadapi Chang/Kim. Karena itu, waktu semalam bakal benar-benar dimanfaatkan untuk mengatur strategi. ’’Nanti kami pelajari lagi permainan mereka,’’ kata Greysia.
Untuk mendapat tiket ke babak perempat final ini, Greysia/Apriyani tak mengalami banyak kesulitan untuk menyingkirkan wakil tuan rumah Tan Pearly Koong Le/Thinaah Muralitharan.
Mereka memerlukan waktu 43 menit untuk mengalahkan lawan 22-20, 21-15. Seharusnya ganda putri peringkat ke-52 dunia itu tidak masuk radar sebagai lawan yang akan menyusahkan mereka.
’’Di game kedua kami lebih siap. Lebih bisa antisipasi bola-bola mereka. Penampilan mereka juga lebih menurun dibanding game pertama,’’ lanjut Greysia, 32 tahun.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
