
Hafiz FAIZAL Indonesia Gloria Emanuelle WIDJAJA Hongkong Open
JawaPos.com–Ganda campuran mendapat drawing yang kurang menguntungkan di Malaysia Masters 2020. Tiga wakil yang dikirimkan berada pada pul atas semua. Bahkan, wakil Indonesia berpeluang bertemu pada perempat final.
Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari bakal lebih dulu berhadapan dengan Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Pasangan Jepang itu berstatus unggulan keempat. Tentu saja, di atas kertas, peluang Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas kecil untuk melewati hadangan pertama.
Wakil Indonesia lainnya, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, berpeluang bertemu lebih awal. Tepatnya pada babak kedua.
Glo –sapaan Gloria– mengakui, hasil drawing itu memang kurang memuaskan. Apalagi, sepanjang 2019, capaiannya kurang bagus. ’’Kalau dibandingkan dengan 2018, ya masih kurang banget. Belum dapat satu emas pun. Terakhir ikut juga cuma dapat runner-up di German Open,’’ katanya.
Hasil drawing itu seperti mengulang edisi Malaysia Masters tahun lalu. Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria bertemu pada babak kedua. Saat itu Hafiz/Gloria menelan kekalahan dalam straight game 13-21, 19-21.
Untuk Malaysia Masters tahun ini, Hafiz/Gloria lebih dulu menghadapi wakil Jerman Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich. Peluang melaju ke babak kedua memang lebih besar. Sebab, Hafiz/Glo pernah mengalahkan Lamsfuss/Herttrich pada Japan Open 2018.
Melihat peluang melawan pasangan senegaranya, Glo tidak ingin menjadikannya sebagai beban terlalu berat. Dia mengakui memang sudah cukup sering bertemu pasangan peraih emas SEA Games 2019 tersebut. Sepanjang 2019, mereka sudah lima kali bertemu. Namun, dalam empat pertemuan di antaranya, Hafiz/Gloria kalah.
’’Tidak apa-apa lah. Jalanin saja. Namanya juga drawing. Yang penting berusaha terus. Tetapi, kalau berbicara soal (peluang meraih poin untuk, Red) Olimpiade, ya merugikan sih. Karena kami sama-sama mengejar,’’ jelas Gloria.
Namun, Glo tetap berfokus pada tujuannya. Yaitu, bisa lolos Olimpiade. Tahun lalu memang cukup berliku bagi Gloria. Dari peringkat ke-12, dia sempat naik ke peringkat keenam. Karena belum konsisten, saat ini posisinya turun ke peringkat kesembilan. Untuk bisa lolos, dia harus bisa bertahan pada posisi delapan besar.
’’Untuk superseries-nya sih, aku nggak memikirkan juara atau tidaknya. Yang penting bisa menembus Olimpiade dulu saja. Itu tujuan utamaku nanti,’’ ujar atlet yang memiliki tinggi badan 182 cm tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
