
Bastianini (MotoGP.com)
JawaPos.com- GP San Marino menjadi panggung megah bagi Enea Bastianini. Podium pertamanya di kelas MotoGP adalah pembuktian untuk banyak hal.
Pertama, rider Italia tersebut membuktikan potensinya sebagai bintang masa depan.
Dia lebih dari layak berada di MotoGP bukan sekadar bermodal berstatus juara Moto2 musim lalu, tapi juga mental bertarungnya yang matang.
Fakta itu sudah diakui juara dunia delapan kali di semua kelas Marc Marquez. Bintang Repsol Honda itu menjadi salah satu ‘’korban’’ keberingasan Bastianini di atas motor.
‘’Di QP1 (kualifikasi pertama) dia mencatat waktu 1 menit 31,8 detik di saat rider lainnya tidak bisa. Jadi artinya dia memiliki kecepatan,’’ tandasnya.
‘’Saat dia menyalipku, aku langsung sadar bahwa rookie ini punya peluang (untuk podium) hari ini (kemarin),’’ tambahnya.
‘’Dan di satu bagian balapan aku membuntutinya dan kami berhasil mengejar Quartararo serta rombongan pembalap terdepan. Tapi setelah itu aku merasa sudah melewati batas dan aku berkata pada diriku sendiri ‘’tenang, sabar, biarkan dia lewat’’,’’ akunya.
‘’Namun dia membalap dengan sangat baik. Dia sangat memahami Ducati, cara mengendarainya. Dia mengerem dengan sangat terlambat dan keluar tikungan dengan torsi dan grip yang besar,’’ tandasnya.
‘’Jadi (sebenarnya), tidak ada yang special dari apa yang dilakukannya. Tapi dia melakukan semuanya dengan cara yang benar. Jadi, ketika seorang rider melakukan itu dengan motor MotoGP, waktu lap yang cepat akan datang dengan sendirinya,’’ paparnya.
Yang membuat capaian Bastianini tampak megah adalah motor yang ditungganginya adalah Desmosedici GP19.
Motor yang usianya 2 tahun lebih tua dari GP 21 yang dipakai rider pabrikan dan satelit Ducati.
Ini membuktikan hal penting berikutnya: Bastianini adalah pembalap yang mampu memeras potensi terbaik dari motor.
‘’Dia bukan rider VR46 Academy. Tapi aku akui dia membalap seperti setan sepanjang akhir pekan ini (lalu). Dan bahkan mencatat lap tercepat dalam balapan,’’ puji Valentino Rossi.
‘’Aku rasa masa depan dia dan dunia balap motor Italia akan sangat cerah,’’ tambahnya.
Setelah cerita sukses Franco Morbidelli, disusul Bagnaia, dan kini Bastianini, Rossi mengaku bahagia melihat kemajuan rider Italia di tengah dominasi Spanyol beberapa tahun terakhir.
Tahun depan, juga ada Marco Bezzecchi yang juga promosi ke MotoGP bersama VR46.
‘’Rasanya Italia di MotoGP akan baik-baik saja meski tanpa aku,’’ ujarnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
