Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Oktober 2022 | 06.28 WIB

Cerita Pasundan, Tim Promosi Sekaligus Kuda Hitam Livoli Divisi Utama

Pasundan berhasil menjadi juara di Livoli putaran reguler di GOR Tawangalun, Banyuwangi, kemarin (16/10). FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS - Image

Pasundan berhasil menjadi juara di Livoli putaran reguler di GOR Tawangalun, Banyuwangi, kemarin (16/10). FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS

JawaPos.com-Sebagai sebuah organisasi, Paguyuban Pasundan berdiri sejak 1913. Fokusnya lebih banyak ke pendidikan. Namun, baru pada 2001 lalu mereka menaruh kepedulian terhadap olahraga voli. Buah dari pembinaan tersebut mulai membuahkan hasil apik empat tahun terakhir.

----Rizka Perdana Putra, Banyuwangi----

Agus Jumaedi menjadi pionir berdirinya klub voli Pasundan 21 tahun lalu. Bersama beberapa kawannya, Agus ingin membina anak-anak di SMA Pasundan 1 untuk bermain voli.

’’Paguyuban Pasundan adalah organisasi tua, awalnya lebih ke pendidikan. Motonya memerangi kebodohan dan kemiskinan,’’ ungkap Agus kepada Jawa Pos.

’’Nah, kami ingin memerangi hal itu, salah satunya dengan bola voli,’’ imbuhnya.

Cita-cita tersebut terus dipupuk dan ditanam. Tak hanya membina pemain usia menengah atas, tapi juga menengah pertama. Lalu, mereka yang tergabung di klub voli Pasundan mayoritas bakal mendapat keringanan dalam urusan biaya sekolah sampai tingkat universitas.

’’Jadi, mereka yang masuk klub Pasundan ya pasti sekolahnya di Pasundan, yang masuk kami beri fasilitas,’’ kata Agus.

’’Entah potongan 50 persen, 75 persen, atau bahkan gratis. Sebesar itu juga harga dari sebuah pembinaan,’’ tambah pria yang akrab disapa Boy itu.

Meski begitu, besarnya biaya pembinaan tersebut tak jadi masalah. Sebab, Pasundan punya target jelas. Yaitu, berkontribusi bagi seluruh lapisan masyarakat.

’’Jika nasional tidak bisa, ke Jawa Barat. Kalau tidak bisa lagi, ke kota/kabupaten. Kalau masih tidak bisa, ya ke kecamatan, desa, atau paling kecil di tingkat lomba 17 Agustusan sekalipun,’’ ungkap sosok yang kini jadi pembina dan pelatih di Pasundan itu.

Buah dari pembinaan belasan tahun tersebut mulai menunjukkan hasil nyata lima tahun terakhir. Tepatnya saat terjadi pergantian kapten dari Anwar Sadat ke Farhan Halim pada 2018 lalu.

Saat itu, Farhan yang masih berusia 16 tahun memimpin generasi emas Pasundan bersama dengan Cep Indra Agustin, Ujang Nandar, atau Muhammad Fikri Mustopa Kamal.

’’Sejak 2017 kami melakukan sejumlah perubahan. Anwar masuk tim kepelatihan. Lalu, kami memperketat program latihan. Pemain dibatasi untuk ikut tarkam. Mereka boleh saja ikut asalkan masih masuk dalam program latihan,’’ jelas Agus.

Hasilnya, gelar juara Livoli Divisi Satu berhasil diraih pada 2019 lalu. Kini, saat menjadi tim promosi, Pasundan juga tampil menggebrak.

Dalam laga pembuka fase reguler grup B Livoli Divisi Utama Selasa (11/10) pekan lalu, Farhan cs berhasil menundukkan finalis 2019 Surabaya BIN Samator 3-1.

Tak cukup di situ, Pasundan kembali melenggang mulus dalam tiga laga selanjutnya. Puncaknya, Pasundan kembali menaklukkan BIN Samator untuk kali kedua dalam partai final grup Minggu (16/10) lalu dengan skor 3-1.

Mereka pun menyapu bersih empat laga awal kompetisi Livoli dengan kemenangan dan berhak melaju ke babak final four.

Seluruh capaian tersebut diraih dengan menggunakan kumpulan pemain muda asli binaan klub. Jika dirata-rata, ke-14 pemain yang didaftarkan Pasundan baru berusia 20 tahun. Itu adalah skuad putra termuda di kompetisi Livoli 2022 tahun ini.

’’Ini 100 persen pemain adalah produk Pasundan. Mereka latihan sejak SMA,’’ ungkap Agus.

Lalu, bagaimana target mereka di Livoli Divisi Utama tahun ini? ’’Kalau sudah sampai sini, insya Allah juara ya,’’ ucap Agus. ’’Tapi, paling penting kami ingin berkontribusi untuk negara dan juga daerah. Memerangi kebodohan dan kemiskinan lewat voli,’’ ucap Agus.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore