
KAMPIUN: Para pemain, pelatih, dan ofisial Pacific Caesar Surabaya merayakan kemenangannya di Jawa Pos-Honda Pro Tournament 2016. Pacific berhak mendapatkan satu buah mobil New Honda Brio Satya.
JawaPos.com - Small forward Flying Wheel Makassar asal Amerika Serikat Falando Cortez Jones memang gagal memberikan gelar juara untuk timnya di final Jawa Pos-Honda Pro Tournament 2016 kemarin. Namun, pada malam final itu, dia tetap mendapat hadiah spesial lantaran terpilih sebagai most valuable player (MVP).
Atas predikat tersebut, pemain yang pernah berkostum Hangtuah Sumsel itu berhak membawa pulang hadiah sebuah motor Honda Vario 150 eSP Exclusive. ''Aku hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk timku. Hadiah ini hasil kerja kerasku dan berkat kontribusi semua rekan di tim,'' ucap Jones.
Jones meraih predikat MVP lantaran sepanjang turnamen bermain efektif dengan mencetak efisiensi tertinggi dibanding pemain-pemain lain. Dia total mengemas 181 poin. Makin sempurna karena dia juga menjadi top scorer turnamen tersebut dengan total mengemas 170 angka.
Sementara itu, small forward Papas Surabaya Andrie Ekayana kemarin malam juga ditahbiskan sebagai Jawa Pos MVP untuk national player. Pemain yang membawa Indonesia meraih perak SEA Games 2015 itu menjadi pemain Indonesia dengan efisiensi tertinggi mencapai 110 poin.
Atas gelar tersebut, Yayan -sapaan akrab Ekayana- mendapatkan hadiah sebuah motor All New Honda Beat eSP. ''Ini semua karena saya berada di tim yang tepat. Suasana tim selama turnamen sangat baik. Semua bekerja keras di tim ini,'' ucap Yayan.
Di malam puncak kemarin, bukan hanya MVP yang diumumkan. Pemain-pemain yang mendapat gelar top player juga diumumkan satu per satu. Di sisi lain, berbagai pihak mengapresiasi ajang Jawa Pos-Honda Pro Tournament 2016 ini. Head coach Stadium Rastafari Horongbala salah satunya. Menurut mantan pelatih Aspac Jakarta tersebut, seperti biasa, PT DBL Indonesia dan Jawa Pos menyelenggarakan event basket dengan sempurna dan sangat rapi.
''Semua tertata rapi. Dulu waktu di NBL, kami sudah sangat enjoy banget sama mereka (DBL). Namun, tiba-tiba saja berhenti. Sekarang dapat kesempatan seperti ini lagi, sangat menyenangkan bagi kami,'' ucap Rastafari.
Hal senada diucapkan Yayan. ''Turnamen bola basket khas DBL yang sangat tertata rapi. Selalu ada gimmick-gimmick menarik. Pemain maupun penonton yang menyaksikan acara ini saya yakin semuanya happy,'' ucapnya.
''Nggak rugi datang ke DBL Arena. Acara dan pertandingannya seru banget,'' ucap Mey Yuanita, salah satu penonton asal Malang yang kemarin datang langsung ke DBL Arena. (irr/c17/nur)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
