Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Maret 2020 | 14.42 WIB

Tembus Final, Praveen Jordan Catat Sejarah Penting Bagi Indonesia

Photo - Image

Photo

JawaPos.com-Indonesia berhasil mengirimkan dua sektor ke final All England 2020. Mereka adalah ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Pada semifinal yang berlangsung di Birmingham Arena pada Sabtu malam (14/3) dan Minggu dini hari (15/3) WIB, Marcus/Kevin dan Praveen/Melati berhasil dengan sangat solid untuk mengalahkan lawan-lawannya.

Marcus/Kevin mengandaskan unggulan ketujuh asal Taiwan Lee Yang/Wang Chi-lin dalam dua game langsung 21-18, 21-13. Sedangkan Praveen/Melati menekuk wakil Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith dalam rubber game, 21-15, 21-23, dan 21-11.

Seharusnya, Praveen/Melati bisa menang dalam dua game langsung. Sebab, pada game kedua, mereka sudah memimpin nyaman dan mencapai match point dengan skor 20-17.

Tetapi Ellis/Smith bangkit untuk menikung dan memaksa diadakannya game penentuan karena unggul 23-21.

Tetapi, Praveen/Melati tidak terpengaruh dengan situasi mengecewakan itu. Mereka bangkit dan akhirnya menutup game ketiga dengan kemenangan telak 21-11.

Pada partai final malam ini, Marcus/Kevin akan menghadapi musuh bebuyutannya asal Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Dalam lima pertemuan terakhir, Minions, julukan Marcus/Kevin, selalu kandas di tangan Endo/Watanabe.

Sedangkan Praveen/Melati menantang ganda nomor tiga dunia asal Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Rekor Praveen/Melati sangat baik melawan melawan Dechapol/Sapsiree. Dalam tiga laga terakhir, mereka selalu menang.

“Kalau dibilang seberapa puas, kami cukup puas dengan penampilan hari ini. Cuma ada beberapa hal yang masih harus diperbaiki, buat besok (hari ini, Red) terutama. Karena kan sudah final, dan lawan Thailand juga nggak mudah. Mereka punya kualitas, jadi kami mau mempersiapkan diri lagi,” kata Praveen dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

“Kami sudah sering ketemu, sudah sama-sama tahu pola mainnya juga. Harus siap capek, karena mereka tenaganya kuat dan nggak gampang mati. Besok komunikasi harus lebih dijaga,” tambah Melati.

Keberhasilan ke final membuat Praveen mencatat sejarah yang penting dan sangat spesial bagi bulu tangkis Indonesia.

Dia adalah pemain putra ganda campuran pertama dalam sejarah Indonesia, yang mencapai puncak All England dengan dua pasangan yang berbeda. Sebelum bersama Melati di edisi tahun ini, Praveen mencapai final dan akhirnya bablas menjadi kampiun saat berpasangan dengan Debby Susanto pada 2016.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore