
Sejumlah pembalap BMX memacu sepedanya dalam moto ketiga junior putra Kejuaraan Nasional BMX 2020 di Jakarta International BMX Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (14/2/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
JawaPos.com-Setelah tampil di BMX World Championships U-18, empat atlet junior BMX Indonesia akan melanjutkan program pelatihan selama tiga tahun di Belanda. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan poin supaya lolos kualifikasi Olimpiade Paris 2024.
Empat atlet Indonesia tersebut adalah Aditya, Alfauzan, Jasmine Azzahra, dan Amellya Nur Sifa.
Sekretaris Jenderal PB ISSI Parama Nugroho mengatakan program pelatihan serupa "staycamp" itu merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah PB ISSI.
Oleh karena itu, dia berharap para atlet tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan fokus untuk berlatih meningkatkan performa dan skill mereka selama di Belanda. Apalagi, Belanda merupakan tempat lahirnya atlet-atlet balap sepeda kelas dunia.
“Di Eropa sudah banyak sekali kejuaraan. Sementara itu di Asia, SEA Games saja dibatalkan. Jadi betapa tidak adilnya jika kami tidak mengirimkan atlet kami ke Eropa," kata Parama.
"Anak-anak harus sejak awal merebut poin Olimpiade, mempercepat proses kualifikasi (Olimpiade) di sana karena mereka akan langsung bersinggungan dengan kompetisi,” kata Parama dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Sabtu.
“Jadi mereka siap bertanding ketika lolos Olimpiade Paris 2024, dan mudah-mudahan bisa berprestasi ketika di Olimpiade Los Angeles 2028,” tambahnya.
Belanda dipilih sebagai negara tujuan staycamp karena memiliki memiliki fasilitas olahraga dan sirkuit kelas internasional. Belanda juga menjadi tempat latihan para atlet balap sepeda kelas dunia.
Tak hanya itu, Belanda menjadi salah satu negara terbaik di dunia untuk balap sepeda. Pada Olimpiade Tokyo 2020, misalnya, Negeri Kincir Angin meraih medali perunggu di kategori BMX putri dan medali emas BMX putra. Padahal, atlet-atlet Belanda hanya berlatih di sirkuit supercross mereka di Papandal.
Selain berlatih di Belanda, para atlet Indonesia juga diagendakan mengikuti berbagai kejuaraan BMX di Eropa. Mulai dari kejuaraan level C1 Series, European Series, hingga World Cup, dan World Championships. Hasil dari sana akan menjadi tolok ukur kemampuan dan jam terbang para atlet di level dunia.
"Jadi kami memang harus mandiri, tidak bisa mengandalkan kompetisi nasional, tetapi harus mengejar ke kejuaraan di luar negeri juga," ucap Parama.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
