Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Mei 2021 | 06.34 WIB

Kontingen Jawa Timur Benar-Benar Mendapatkan Pukulan Berat

Petenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi hendak melesakan servis saat melawan Anchisa Chanta dari Thailand pada Semifinal Single Women Sea Games 2019 di Tennis Court Rizal Memorial Complek Stadium Filipina, kemarin, Rabu (4/12/2019).FOTO:Dipta Wahyu/Jawa P - Image

Petenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi hendak melesakan servis saat melawan Anchisa Chanta dari Thailand pada Semifinal Single Women Sea Games 2019 di Tennis Court Rizal Memorial Complek Stadium Filipina, kemarin, Rabu (4/12/2019).FOTO:Dipta Wahyu/Jawa P

JawaPos.com-Pemangkasan anggaran kontingen Jawa Timur juga berimbas pada program latihan. Beberapa cabang olahraga sudah menyusun training camp (TC) atau tryout (TO). Bahkan, ada yang berencana melakukan TC atau TO di luar negeri.

Cabor selam, misalnya. Mereka sudah berencana melakukan TC di Tiongkok atau Rusia. Rencana itu kemudian batal lantaran anggaran dipangkas.

Hal serupa terjadi pada Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Jatim.

’’Kalau kemudian TC akan dihilangkan, jadi pukulan telak bagi kami,’’ kata pelatih angkat besi Jatim Jeffry Tagore.

Tanpa ada TO, hal itu bakal berpengaruh pada performa atlet. Jeffry menjelaskan, TO akan mampu mengasah mental atlet dalam bertanding. Jika program TO yang disusun sejak lama ditiadakan, dia yakin performa atlet akan melorot. Apalagi jika pemangkasan anggaran itu berimbas pada pemasukan atlet dan pelatih.

’’Kami sudah habisan-habisan, fokus. Lalu sekarang TC dan TO mau dihilangkan. Gaji dikurangi juga. Ini keputusan yang kurang bijaksana,’’ tegas Jeffry.

Dia pun berharap kebijakan tersebut bisa dikaji ulang. Sebab, baik atlet maupun pelatih sama-sama berjuang demi nama baik Jawa Timur.

Atlet atletik Heru Astriyanto tidak menampik performanya akan berbeda jika tanpa TC dan TO. Bagi peraih satu emas di PON XIX 2016 itu, uji coba adalah hal yang sangat penting.

Masalahnya, selama menjalani puslatda, tidak ada uji coba yang dilakukan. Sebab, di Indonesia, sulit mencari lawan tanding saat pandemi.

Salah satu solusi adalah menggelar latihan di luar negeri. ’’Makanya, persiapan menuju PON pasti terkendala karena ditiadakannya kegiatan-kegiatan tryout atau training camp luar negeri,’’ jelas Heru.

Meski begitu, dia tetap bisa menerima keputusan yang telah diambil Pemprov Jatim. ’’Saya cuma berharap pemerintah tetap menaruh harapan pada atlet-atletnya. Indikasi negara yang sehat adalah atletnya hebat di semua cabor,’’ tambahnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore