
Photo
JawaPos.com-Kepada wartawan Jawa Pos Ainur Rohman, pelatih kepala ganda putra tim nasional Indonesia Herry Iman Pierngadi menceritakan kapan dia marah saat latihan. Juga kapan terakhir kali dia nonton sepak bola.
Kapan terakhir kali antusias nonton pertandingan badminton?
Waktu final All England kemarin (Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melawan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe). Saya sih selalu antusias menonton pertandingan. Bukan hanya sekadar menjalankan tugas sebagai pelatih yang berada di pinggir lapangan. Atau cuma melihat menang dan kalah. Tetapi saya juga bisa menilai kelebihan dan kekurangan pemain saya.
Kalau pertandingan ketat seperti final All England itu, saya bisa tahu pemain saya melakukan yang terbaik atau sudah bertandingan maksimal atau tidak. Tetapi kalau pertandingannya jomplang atau tidak imbang, ya tidak terlalu menarik.
Kapan terakhir kali marah besar saat melatih?
Sudah lama ya. Yakni saat persiapan ke Olimpiade London 2012. Saat itu, pemain tidak seperti harapan saya. Kurang sekali. Tidak hanya (Mohammad) Ahsan dan Bona (Septano), tetapi juga teman-temannya. Saya sampai lempar apa tendang kardus dan juga lempar botol minuman. Saya merasa mereka semua nggak fokus. Tetapi seiring berjalannya waktu, saya lebih bisa mengontrol emosi. Mungkin bisa disebut sifat kebapakan saya keluar.
Kapan terakhir kali nge-gym?
Wah sudah cukup lama. Sebelum final Superseries tahun lalu (WBF World Tour Finals 2019, Red) kayaknya. Ya hanya sepeda statis. Kalau saya sih lebih suka jalan kaki.
Kapan terakhir kali main badminton?
Yang main beneran dan tidak sekadar mukul-mukul stroke ya tahun lalu. Waktu itu main 3 lawan 3. Dengan Hendri (Saputra, pelatih tunggal putra, Red) dan satu orang lagi. Di belakang, Hendra (Setiawan) dan (Mohammad) Ahsan meledek saya terus.
Saat itu saya bertanding dalam rangka Hendra/Ahsan cari sponsor. Ada satu perusahaan yang deal sponsor dengan mereka. Lalu saya main badminton di sana. Hendra/Ahsan juga main. Itu bosnya temennya Hendri. Hikmahnya, Hendra/Ahsan dapat sponsor itu, ha..ha..ha.. Kalau bisa membantu, kenapa enggak?
Kapan terakhir kali baca buku?
Saya kurang suka baca buku. Tapi kalau terakhir sih Majalah Bulu Tangkis Indonesia. Sekarang, kan semuanya serba online. Saya juga senang nonton Youtube. Selain bulu tangkis, saya suka nonton orang-orang kaya yang berbagi dan membantu orang lain. Kisah-kisah inspiratif lah. Juga kisah perjuangan dari susah menjadi orang sukses. Saya ingin belajar trik-triknya seperti apa.
Kapan terakhir kali nonton ke bioskop?
Kalau terakhir kali ke bioskop itu, saya pergi sama anak saya. Waktu itu nonton Aladdin. Saya memang jarang sekali nonton ke bioskop. Kalau yang sering Hendra tuh. Sama istrinya juga. Setahu saya, tiap hari Rabu Hendra selalu nonton film di bioskop. Biasanya latihan kami kan setengah hari setiap Rabu. Nah, dia suka nonton di bioskop waktu hari itu.
Kapan terakhir kali nonton sepak bola?
Waktu Liverpool lawan Atletico (leg kedua babak 16 besar Liga Champions). Waktu itu nobar. Saya, Hendra, Fajar (Alfian), dan (Marcus Fernaldi) Gideon. Mereka suka sepak bola juga. Saya dulu suka Chelsea, sekarang sih Liverpool.
Awalnya suka Liverpool ketika waktu kecil nonton pertandingan Liverpool lawan Juventus. Saya inget banget waktu itu pertandingan di Belgia yang tragedi Heysel itu (final Piala Champions 1985, Red).
Kapan terakhir kali belanja?
Waktu di Turki, transit sepulang dari Birmingham (setelah All England). Waktu itu saya beli oleh-oleh kurma. Itu kurmanya enak sekali. Mungkin kurma paling enak. Digigit lembut, enak, nggak ada keraknya. Kualitas nomor satu lah.
Kalau yang ada kulit-kulitnya, nggak suka saya. Memang agak mahal, tetapi ya memang ada kualitas. Yang suka makan kurma itu Ahsan. Tetapi dia makannya yang kurma enak dan kualitas nomor satu juga. Ahsan tahu kalau saya suka sekali kurma. Kadang, dia suka bagi-bagi ke saya kalau dapat kurma enak.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
