
tony syarifudin ( 45 ) bersama Rio akbar ( 1015 ) saat berlomba di even banyuwangi internasional bmx 2018 di sirkuit muncar - galihcokro/jawapos
JawaPos.com - Pelatih Kepala tim pelatnas balap sepeda Indonesia Dadang Haries Poernomo mengatakan Indonesia berpeluang untuk meloloskan pembalap BMX ke Olimpiade Tokyo 2020.
Sementara pembalap nomor track masih menunggu keputusan Organisasi Balap Sepeda Internasional (UCI).
Hal ini terkait dengan adanya pembatalan kalender event babak kualifikasi Olimpiade yang ditetapkan UCI pada 2020 terkait pandemi Covid-19. "Peluang meloloskan pebalap BMX cukup besar karena masih banyak event-event babak kualifikasi Olimpiade yang tertunda akibat wabah ini. Tetapi, peluang pembalap nomor track masih menunggu keputusan UCI," kata Dadang dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com Minggu (12/4).
Khusus nomor track memang masih menunggu keputusan UCI. Jadi, masih belum jelas, apakah UCI akan tetap menggunakan poin setelah babak kualifikasi terakhir pada Kejuaraan Dunia di Berlin Februari lalu. Ataukah kembali menggelar babak kualifikasi Olimpiade sehubungan mundurnya Olimpiade Tokyo.
"Apalagi, World Cup 2021 yang selama ini menjadi ajang pengumpulan poin sudah dijadwalkan akan digelar Oktober mendatang," ucap Dadang.
Saat ini, Tim BMX Indonesia yang beranggotakan I Gusti Bagus Sahputra (perak Asian Games 2018), Toni Syarifudin (perak SEA Games Filipina 2019) dan Rio Akbar (Juara Asia 2018) menempati peringkat 19 dunia.
"Untuk meraih tiket ke Olimpiade Tokyo, Tim BMX harus bisa menembus peringkat 11 dunia. Dan, kami akan mengejarnya dari event-event babak kualifikasi yang tertunda," jelasnya.
Sebagai contoh, Dadang menyebut babak kualifikasi Olimpiade untuk nomor BMX saja ada empat seri. Itu cuma yang digelar di Indonesia pada April 2020. Ajang itu pasti tertunda.
Ajang itu adalah Kejuaraan Asia BMX dan Kejuaraan BMX C-1 di Jakarta dan Kejuaraan BMX C-1 dan Hors Class di Banyuwangi. Belum lagi Kejuraan BMX World Cup di Amerika dan Argentina bulan Mei 2020 dan BMX World Championship Juni 2020. Satu lagi adalah ajang BMX C-1 World Cup di Amerika Serikat.
"Kami berharap Tim BMX Indonesia bisa lolos dari empat seri ini, tetapi semuanya batal dilaksanakan. Begitu juga event yang di Amerika Serikat dan Argentina yang belum tentu terlaksana karena korona. Jadi, kami masih menunggu perkembangan dari UCI," terangnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
