
Indonesia
JawaPos.com– Richard Mainaky akan mengakhiri kariernya sebagai pelatih ganda campuran pelatnas selama 26 tahun. Dia resmi menyerahkan surat pengunduran diri kepada PP PBSI kemarin (6/9). Secara resmi, Richard mundur pada 27 September mendatang.
Saat dihubungi Jawa Pos kemarin, Richard menyatakan bahwa keputusan itu dibuatnya sejak 2020. Dia berencana pensiun setelah Olimpiade Tokyo 2020. Namun, rencana tersebut harus tertunda karena Olimpiade diundur selama setahun pada 2021.
”Saya masih punya tugas untuk menyiapkan Praveen/Melati. Pemain tidak saya beri tahu karena nanti bisa mengganggu konsentrasi mereka. Jadi, ini saya simpan untuk diri saya sendiri,” ujar Richard.
Richard tidak pergi begitu saja. Sejak 2013, dia menyiapkan Nova Widianto sebagai penggantinya. Bahkan, setiap event superseries, Nova lebih sering mendampingi ganda campuran.
Termasuk ketika mereka menjuarai All England 2020. Puncaknya terjadi ketika Richard memercayai Nova untuk mendampingi Praveen/Melati ke Olimpiade Tokyo 2020.
”Semua yang ada di Nova saya kira sudah sangat cocok. Dia sudah pernah meraih perak (Olimpiade) dan membawa juara All England. Ini memang saatnya Nova bisa bergerak lebih leluasa dan waktunya saya lepas. Dia harus bisa belajar,” tutur pelatih dari PB Djarum tersebut.
Keluarga menjadi pertimbangan Richard untuk mengakhiri kiprahnya di pelatnas. Dia merasa sudah cukup untuk bulu tangkis.
”Dari 1996 itu untuk saya sendiri. Waktu yang cukup lama habis untuk bulu tangkis daripada keluarga. Sekarang waktunya saya mengalah,” kata kakak Rexy Mainaky tersebut.
Sebagai pelatih, Richard tergolong sukses. Dia juga yang memulai ganda campuran menjadi sektor khusus. Sebelumnya, sektor itu dicampur dengan ganda putri.
Pada 1997, Christian Hadinata meminta Richard menangani ganda campuran secara khusus.
Di bawah bimbingan Richard itulah, sektor ganda campuran menjadi tumpuan prestasi Indonesia hingga saat ini. Total, sudah ada 5 gelar All England, 4 juara dunia, 2 perak Olimpiade, dan 1 emas Olimpiade yang diraih anak didiknya.
Saat para pemain berangkat ke Piala Sudirman 2021, Richard akan kembali ke rumahnya di Manado. Dia berencana membangun lapangan bulu tangkis dan mengurus bisnis resornya yang berjalan cukup sukses setahun belakangan ini di Tondano, Sulawesi Utara.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
