
Fajar Alfian/M. Rian Ardianto, Malang, Allex
JawaPos.com-Kejutan menyakitkan terjadi pada babak kedua Indonesia Masters 2019. Ganda putra unggulan pertama sekaligus pujaan penonton, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal menembus perempat final.
Mereka dikalahkan pemain nomor 106 dunia!
FajRi, julukan Fajar/Rian, takluk dua game langsung dari ganda Jepang Shohei Hoshino/Yujiro Nishikawa dengan skor 21-23, 16-21. Fajar/Rian kandas hanya dalam tempo 35 menit.
Sejak bermain di GOR Ken Arok, Malang, Fajar dan Rian mengatakan bahwa shuttlecock lebih berat dibandingkan pada dua turnamen terakhir yang mereka ikuti yakni di China Open dan Korea Open.
Pada dua ajang tersebut, Fajar/Rian berhasil mencapai babak semifinal dan menjadi juara. Selain itu soal shuttlecock, lapangan di Malang lebih licin.
Karena shuttlecock yang berat, maka mereka tidak bisa bermain defense dengan baik. Bola yang kencang, membikin pertahanan ganda nomor lima dunia tersebut mudah ditembus.
Sepanjang pertandingan, mereka gagal untuk mengatur permainan dengan baik. Juga kalah berani dan agresif. Terlihat jelas bahwa Hoshino/Nishikawa tampil jauh lebih nyaman dan terus menghajar, apapun kondisinya. Pasangan Jepang tersebut memaksa Fajar/Rian terus mengangkat bola. Mereka lalu mensmes secara bertubi-tubi.
Satu lagi, khusus utuk Rian, dia banyak sekali melakukan kesalahan sendiri.
''Soal bola yang kencang dan susah diatur serta lantai licin memang tidak bisa dijadikan alasan. Mereka juga merasakan hal yang sama,'' kata Fajar. ''Mungkin lawan lebih siap saja di lapangan. Dan kami tidak bisa keluar dari tekanan,'' imbuh pemain 24 tahun kelahiran Bandung tersebut.
Rian menambahkan bahwa lawan sudah mempelajari kondisi di GOR Ken Arok. Selain itu, ganda Jepang itu juga mungkin sudah tahu gaya permainan pemilik dua gelar juara BWF Tour 2019 tersebut. ''Mereka lebih siap dan lebih bagus,'' tambah Rian.
Fajar menambahkan bahwa mereka sempat terkejut dengan permainan ganda Jepang. Khusus pemain depan Jepang yakni Yujiro Nishikawa, imbuh Fajar, dia memang tampil dengan kualitas tinggi. ''Dia bisa menghaluskan permainan,'' ujarnya.
Setelah ini, sampai akhir Oktober, Fajar/Rian akan menjalani tur Eropa, bermain dalam dua turnamen besar kategori Super 750 di Denmark dan Prancis.
Saat ini fokus mereka adalah memperbaiki kondisi fisik. Sebab, memang tidak bisa dibohongi bahwa tenaga mereka terkuras karena bermain dalam tiga turnamen dalam tiga pekan beruntun. Mereka punya waktu sekitar 10 hari untuk bersiap jelang Denmark Open. ''Intinya jangan sampai sakit,'' kata Rian.
Dengan kalahnya Fajar/Rian, Indonesia masih menyisakan dua ganda di perempat final. Mereka adalah mantan pemain pelatnas Kenas Adi Haryanto/Rian Agung Saputro dan unggulan kedua Berry Anggriawan/Hardianto.
Namun, mereka harus berduel pada semifinal. Namun sisi positifnya, Indonesia sudah memastikan satu tempat di babak empat besar tersebut.
Total, Indonesia masih menyisakan 14 pemain yang tersebar dari lima sektor.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
