Iga Swiatek (Dok. Instagram @Iga.Swiatek)
JawaPos.com — Iga Swiatek sudah dikenal sebagai “Ratu Lapangan Tanah Liat”. Sebab, gelar-gelar di Grand Slam yang selama ini dia rengkuh lebih banyak tercipta di lapangan tanah liat.
Dari lima gelar Grand Slam, empat gelar di antaranya dia rebut di lapangan tanah liat Roland Garros dalam French Open. Sementara, satu gelar lainnya Swiatek dapatkan di lapangan keras dari US Open.
Karenanya, final Wimbledon pertamanya nanti bakal menjadi tantangan barunya di lapangan rumput. Swiatek akan menghadapi petenis Amerika Serikar (AS) Amanda Anisimova saat final di All England Lawn Tennis and Croquet Club, Wimbledon, London, malam nanti (siaran langsung SPOTV pukul 18.00 WIB).
Swiatek melaju ke final Grand Slam pertamanya tahun ini setelah menyingkirkan Belinda Bencic. Swiaten menang di laga semifinal 6-2 dan 6-0. Sementara, Anisimova secara mengejutkan mampu mengandaskan asa Aryna Sabalenka dengan skor 6-4, 4-6, dan 6-4.
Dikutip dari laman The Guardian, Swiatek menyebut setiap final Grand Slam yang dia jalani selalu mempunyai kisah berbeda. Demikian pula final Wimbledon pertamanya ini.
’’Sulit untuk membandingkan setiap perjalanan ini. Untuk saat ini aku menikmati perasaanku dan lebih nyaman ketika bermain di lapangan rumput,’’ sebut Swiatek, yang sebelumnya mentok bersaing sampai perempat final.
Petenis nomor 8 dunia tersebut hanya mencoba mengikuti insting bermainnya di lapangan rumput. ’’Ini (lapangan rumput) berbeda dengan permukaan lainnya. Sebab, di sini kita punya lebih banyak waktu untuk membangun reli,’’ tutur petenis 24 tahun itu.
Di sisi lain, Anisimova akan jadi harapan pecinta tenis AS. Sebab, dia jadi petenis AS pertama yang melangkah ke final Wimbledon setelah Serena Williams mencapainya pada 2019 silam.
Baca Juga: Final Rumput Pertama Menjadi Modal Iga Swiatek, Hadapi Wimbledon dengan Runner-up di Bad Homburg
Saat itu, Serena menyerah 2-6 dan 2-6 di tangan petenis Rumania, Simona Halep. Anisimova pun membawa rekor bagus petenis-petenis putri AS yang sering memenangi Wimbledon. Termasuk Serena, ada sepuluh petenis putri AS yang pernah menjuarainya.
Dilansir dari laman The Tennis Gazette, Anisimova menyebut Swiatek sosok yang menginspirasinya. Bukan hanya dari prestasi Swiatek, begitu pula etosnya. ’’Ini bisa jadi laga yang hebat. Bersaing kembali dengan petenis hebat akan membuatku terasa sangat spesial,’’ tutur petenis 23 tahun itu.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
