
Dustin Poirier, satu-satunya petarung yang pernah melawan Khabib Nurmagomedov dan Islam Makhachev. (ESPN)
JawaPos.com - Dustin Poirier tampaknya akan mengakhiri karir legendarisnya di Ultimate Fighting Championship (UFC) pada 2025 dengan satu pertarungan terakhir. Petarung berjuluk The Diamond bertarung sejak 2011 dan telah melawan petarung terbaik dari divisi kelas bulu maupun kelas ringan.
Umur panjang Poirier yang mengesankan telah membuatnya bertahan selama beberapa era berbeda yang telah dilalui divisi ringan dan ini membuatnya bertemu dengan dua juara divisi paling dominan yang pernah ada dari Dagestan yaitu Khabib Nurmagomedov dan Islam Makhachev.
Khabib dan Makhachev selalu dibandingkan satu sama lain oleh para penggemar dan analis Seni Bela Diri Campuran (MMA), karena mereka bersahabat dan satu perguruan di Dagestan selama bertahun-tahun.
Rasa ingin tahu para penggemar membuat terus-menerus muncul perdebatan tentang siapa yang lebih baik dari keduanya dan siapa yang akan menang jika keduanya di adu dalam oktagon.
Mengingat fakta bahwa Poirier adalah satu-satunya pria dalam sejarah MMA yang pernah menghadapi Khabib dan Makhachev dalam pertarungan profesional, dia mungkin adalah orang terbaik untuk didengarkan mengenai siapa yang lebih baik,
Melansir dari Givemesport yang mengutip wawancara The Joe Schmo Show, petarung kelas ringan berusia 36 tahun itu memberikan jawabannya siapa yang lebih baik antara dua pegulat Rusia itu.
Dustin Poirier Yakin Khabib Lebih Baik Dari Islam Makhachev,
Meski mengakui keduanya adalah petarung memiliki jiwa juara yang fenomenal, Dustin Poirier pernah berbagi arena dalam perebutan gelar melawan Khabib Nurmagomedov dan Islam Makhachev, meyakini bahwa Khabib adalah petarung yang lebih baik.
Dalam wawancara yang dirilis baru-baru ini di kanal YouTube The Schmo, Poirier ditanyai tentang perbedaan antara dua pegulat Rusia tersebut dan 'The Diamond' menunjukkan kontrol dalam bertarung dan kekuatan Khabib sebagai faktor pembeda antara keduanya.
“Gaya serupa (keduanya) dengan gerakan kaki dan dorongan ke pagar oktagon, memiliki gaya gulat yang sedikit berbeda, tapi saya merasa Khabib jauh lebih kuat dengan gerakannya. Saya bisa sedikit menjauh dari tekanan Islam dalam pertarungan lalu, tapi dengan Khabib, saya tidak bisa lolos.”
Ketika dia melawan Khabib, petarung kelahiran Amerika itu cukup sukses menahan kakinya, tetapi ketika dia terjatuh, permainan berakhir. Ia tak bisa menandingi tekanan The Eagle saat bergulat di lantai.
Sementara ketika melawan Makhachev, Poirier berhasil menahan beberapa takedown yang dilancarkan pemegang sabuk juara kelas ringan itu untuk menguncinya dalam beberapa ronde pertarungan, sebelum akhirnya berhasil mencekiknya di ronde terakhir.
The Diamond membahas lebih dalam tentang kemampuan Khabib dalam mengendalikannya dan juga membandingkan kekuatan dan ukuran The Eagle dan Makhachev.
"Keduanya kuat. Saya pikir Khabib mungkin sedikit lebih besar dan lebih ketat dalam tekniknya, tapi Islam adalah juara yang luar biasa.”
Perdebatan mengenai Khabib atau Makhachev kemungkinan akan berlangsung selama bertahun-tahun ke depan karena tampaknya dominasi Makhachev di MMA baru saja dimulai, namun pendapat Poirier seharusnya sangat dalam suasana kompetitif dengan kedua pegulat Dagestan tersebut.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
