Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Oktober 2024 | 01.05 WIB

Petarung MMA Iasmin Lucindo di Ambang Sejarah, Berpotensi Pecahkan Rekor Legenda UFC Jon Jones

Iasmin Lucindo (kiri) punya peluang pecahkan rekor legenda UFC Jon Jones sebagai juara termuda. (Instagram/@iasminlucindo) - Image

Iasmin Lucindo (kiri) punya peluang pecahkan rekor legenda UFC Jon Jones sebagai juara termuda. (Instagram/@iasminlucindo)

JawaPos.com — Iasmin Lucindo, petarung muda berbakat UFC asal Brasil, kini berada di ambang sejarah besar. Dia berpotensi memecahkan rekor Jon Jones sebagai juara UFC termuda, namun hal itu tidak menjadi fokus utama dalam kariernya.

Lucindo telah menunjukkan kualitas luar biasa di oktagon, memenangkan tiga pertarungan berturut-turut di UFC. Kemenangan terbarunya terjadi pada Mei lalu, ketika dia berhasil mengalahkan veteran tangguh, Karolina Kowalkiewicz.

Kini, Lucindo bersiap untuk menghadapi petarung peringkat atas Marina Rodriguez di UFC 307. Pertarungan tersebut akan menjadi ujian penting baginya dalam melangkah lebih dekat ke perebutan sabuk juara.

Meski memiliki peluang besar untuk menjadi juara UFC termuda, Lucindo tidak terburu-buru dalam perjalanan kariernya. Ia ingin menjalani semua proses dengan perlahan, menikmati setiap momen yang ada.

Untuk bisa memecahkan rekor Jon Jones, Lucindo harus merebut sabuk kelas jerami UFC paling lambat 5 September 2025. Rekor Jones sebagai juara UFC termuda tercipta saat ia berusia 23 tahun 242 hari, dan Lucindo akan berusia 23 tahun pada Januari mendatang.

“(Perebutan gelar) mungkin akan terjadi (pada 2025),” ujar Lucindo dikutip dari MMA Fighting. “Saya ingin menikmati momen ini dan tidak terburu-buru seperti dulu.”

Lucindo telah mempelajari bahwa terlalu terburu-buru dalam meraih sesuatu hanya akan memperlambat pencapaiannya. Baginya, semakin banyak pengalaman yang diperoleh sebelum akhirnya bertarung memperebutkan gelar, semakin baik peluangnya untuk sukses.

Petarung muda ini memulai karier profesionalnya pada usia 14 tahun, setelah mengikuti kelas bela diri dengan alasan yang sangat personal. Ia ingin membela ibu dan bibinya dari kekerasan dalam rumah tangga, sebuah motivasi yang kuat untuk mengasah keterampilannya di MMA.

Lucindo mengakui bahwa memecahkan rekor Jon Jones akan menjadi prestasi luar biasa. Namun, ia juga menyadari betapa pentingnya menghormati proses dan tidak terburu-buru dalam meraih tujuan.

“Saya melihat banyak generasi baru yang terburu-buru untuk mencapai sesuatu,” kata Lucindo. “Saya di sini untuk menghormati proses dan terus berkembang.”

Jika rekor Jones tidak berhasil dipecahkan, Lucindo tidak akan kecewa. Baginya, masih banyak rekor lain yang bisa dipecahkan dan banyak peluang untuk berkembang di dunia MMA.

Selain fokus pada kariernya sendiri, Lucindo juga mendukung rekan latihannya, Virna Jandiroba, untuk menjadi juara UFC berikutnya. Jandiroba akan menghadapi Tatiana Suarez di UFC 310, dan Lucindo sangat ingin melihat rekannya meraih gelar juara.

“Kami bercanda bahwa saya akan mencapai gelar saat dia pensiun,” ungkap Lucindo dengan penuh semangat. Ia berharap Jandiroba bisa menjadi juara, karena baginya, Jandiroba layak mendapatkan prestasi tersebut.

Dalam persiapan untuk UFC 307, Lucindo melihat pertarungannya melawan Marina Rodriguez sebagai kesempatan besar untuk membuktikan kemampuannya. Meskipun peringkatnya jauh lebih rendah dari Rodriguez, ia merasa bahwa ini adalah momen penting dalam kariernya.

“Ini adalah tantangan besar, tetapi saya suka tantangan seperti ini,” kata Lucindo. “Dia adalah striker top, dan pertarungan ini akan sangat teknis.”

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore