
Gregoria Mariska Tunjung PBSI
JawaPos.com-Gregoria Mariska Tunjung gagal melangkah ke semifinal BWF World Tour Finals 2022. Pada laga terakhir Grup A di Nimibutr Arena, Bangkok, hari ini (9/12), Gregoria dikandaskan pemain nomor satu dunia Akane Yamaguchi. Gregoria tumbang dalam rubber game dengan skor 15-21, 21-13, dan 18-21.
Menjalani debut di turnamen puncak akhir tahun, Gregoria melakukan start yang sangat baik. Pada laga perdana, dia memukul peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 Chen Yufei dengan skor 21-9, 14-21, dan 21-16.
Namun, di laga kedua, Gregoria tumbang. Dia dikalahkan tunggal putri nomor satu Korea Selatan An Se-young juga dalam rubber game, 9-21, 21-11, dan 10-21.
"Pertama saya mau bersyukur karena punya kesempatan main di World Tour Finals walaupun banyak orang bilang hanya sebagai pengganti pemain yang mundur," ucap Gregoria dikutip dari siaran pers PP PBSI.
"Dan senang juga karena saya bisa menunjukkan perjuangan yang maksimal dari partai pertama sampai partai ketiga tadi. Kasih perlawanan ke pemain-pemain yang di atas saya saat ini. Walau hasilnya belum bisa lolos tapi dengan begini perjuangan saya rasanya tidak sia-sia," imbuhnya.
"Saya mau menepati janji saya untuk berjuang sampai akhir. Tadi juga saya tidak mau menyerah begitu saja padahal sudah sakit banget paha kanan sampai pinggang saya," kata Gregoria lagi.
Gregoria sendiri mengalami kram di paha kanan yang merambat sampai ke pinggang pada game ketiga melawan Akane. Saat itu, situasi berada dengan skor 12-17. Namun, Gregoria mau menyelesaikan pertadingan itu.
"Tahun ini saya tidak menyangka perjalanan saya yang di awal tahun hasilnya jeblok dan belum ada peningkatan hingga akhirnya bisa sampai di sini. Saya mencoba keluar dari tekanan itu, saya tidak berhenti dan Puji Tuhan bisa sejauh ini," ucapnya.
"Masih banyak pekerjaan rumah yang harus saya benahi tahun depan, memperbaiki kekurangan-kekurangan seperti ketahanan otot, stamina dan fokus. Selain itu, saya juga mau menjaga apa yang saya sudah dapat sekarang," imbuhnya.
Tahun ini, Gregoria menembus satu final. Yakni Australian Open. Itu adalah final BWF Tour pertama dalam kariernya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
