
Singapore
JawaPos.com-Keputusan PB PRSI tidak memasukkan nama atlet senior dalam proyeksi SEA Games 2023 Kamboja menuai polemik.
Berdasar SK Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Nomor 14 Tahun 2022 tentang Penunjukan Atlet, Pelatih, Tim Manajer, dan Ofisial, nama-nama yang masuk pelatnas renang 2022 sungguh di luar perkiraan.
Tidak ada nama perenang senior yang beberapa tahun terakhir menjadi tulang punggung renang Indonesia.
Sembilan atlet senior, empat putra dan lima putri, tercoret. Yaitu, Glenn Victor Sutanto, I Gede Siman Sudartawa, Aflah Fadlan Prawira, Gagarin Nathaniel, Anak Agung Istri Kania Ratih Atmaja, Anandia Vanessa Evato, Patricia Yosita Hapsari, Ressa Kania Dewi, dan Nurul Fajar Fitriyati.
Tak hanya atlet, dari kepelatihan juga ada degradasi. Salah satunya Albert C. Sutanto.
Perenang Glenn merasa janggal namanya beserta delapan atlet lain tidak lagi ada di pelatnas. Sebab, menurut dia, dalam penentuan nama-nama untuk menjadi wakil tim Merah Putih di SEA Games tidak ada seleksi.
’’Kalau dari saya pribadi ya rada bingung sih. Kami pribadi yang senior ini ikut kejuaraan besar SEA Games Vietnam tahun ini. Terus setelah itu tidak ada pertandingan besar,’’ ujarnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin (18/10).
Menurut Glenn, sebagai olahraga terukur, seharusnya bisa berpacu pada database catatan masing-masing atlet ataupun jalur seleksi.
’’Infonya pun hari itu keluar SK. Dan SK-nya ditulis yang tidak ada namanya untuk meninggalkan Hotel Aryaduta tempat kita tinggal di pelatnas dan berlatih di klub masing-masing. Kami kaget dong. Tidak ada seleksi dan lain-lain, kenapa begini?’’ kata perenang penghuni pelatnas sejak 2006 itu.
Mengenai hal ini, Glenn bersama rekan-rekan senior lain sudah melakukan Zoom meeting bersama Michael Piper selaku pelatih untuk menanyakan kejelasan alasan pencoretan itu.
’’Coach Piper itu bilang sebelumnya meeting dengan PB PRSI. Kata beliau ya NOC Indonesia sekarang tidak lagi mau membiayai atlet-atlet senior. Beliau bilang begitu, lalu kami tanya orangnya yang mana. Supaya kita kroscek,’’ bebernya.
Dari SK yang ada, tidak adanya atlet senior memiliki beberapa pertimbangan. Salah satunya sesuai rapat Binpres PB PRSI terkait promosi dan degradasi (promdeg). Selain itu, penentuan atlet berdasar hasil rapat koordinasi cabang olahraga dengan NOC Indonesia dan PPON Kemenpora bulan lalu.
Glenn mengaku mendapat penjelasan bahwa atlet yang masih berusia muda dipilih lantaran juga untuk persiapan jangka panjang seperti Olimpiade 2032.
’’Saya bingung. Pertama ini ngomongin SEA Games, tapi kenapa lebih targetnya ke 2032. Kok digabung begitu?’’ pungkas Glenn.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
