Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Oktober 2022 | 06.23 WIB

Keputusan Tim Renang Indonesia Coret Pemain Senior Tuai Polemik

Singapore - Image

Singapore

JawaPos.com-Keputusan PB PRSI tidak memasukkan nama atlet senior dalam proyeksi SEA Games 2023 Kamboja menuai polemik.

Berdasar SK Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Nomor 14 Tahun 2022 tentang Penunjukan Atlet, Pelatih, Tim Manajer, dan Ofisial, nama-nama yang masuk pelatnas renang 2022 sungguh di luar perkiraan.

Tidak ada nama perenang senior yang beberapa tahun terakhir menjadi tulang punggung renang Indonesia.

Sembilan atlet senior, empat putra dan lima putri, tercoret. Yaitu, Glenn Victor Sutanto, I Gede Siman Sudartawa, Aflah Fadlan Prawira, Gagarin Nathaniel, Anak Agung Istri Kania Ratih Atmaja, Anandia Vanessa Evato, Patricia Yosita Hapsari, Ressa Kania Dewi, dan Nurul Fajar Fitriyati.

Tak hanya atlet, dari kepelatihan juga ada degradasi. Salah satunya Albert C. Sutanto.

Perenang Glenn merasa janggal namanya beserta delapan atlet lain tidak lagi ada di pelatnas. Sebab, menurut dia, dalam penentuan nama-nama untuk menjadi wakil tim Merah Putih di SEA Games tidak ada seleksi.

’’Kalau dari saya pribadi ya rada bingung sih. Kami pribadi yang senior ini ikut kejuaraan besar SEA Games Vietnam tahun ini. Terus setelah itu tidak ada pertandingan besar,’’ ujarnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin (18/10).

Menurut Glenn, sebagai olahraga terukur, seharusnya bisa berpacu pada database catatan masing-masing atlet ataupun jalur seleksi.

’’Infonya pun hari itu keluar SK. Dan SK-nya ditulis yang tidak ada namanya untuk meninggalkan Hotel Aryaduta tempat kita tinggal di pelatnas dan berlatih di klub masing-masing. Kami kaget dong. Tidak ada seleksi dan lain-lain, kenapa begini?’’ kata perenang penghuni pelatnas sejak 2006 itu.

Mengenai hal ini, Glenn bersama rekan-rekan senior lain sudah melakukan Zoom meeting bersama Michael Piper selaku pelatih untuk menanyakan kejelasan alasan pencoretan itu.

’’Coach Piper itu bilang sebelumnya meeting dengan PB PRSI. Kata beliau ya NOC Indonesia sekarang tidak lagi mau membiayai atlet-atlet senior. Beliau bilang begitu, lalu kami tanya orangnya yang mana. Supaya kita kroscek,’’ bebernya.

Dari SK yang ada, tidak adanya atlet senior memiliki beberapa pertimbangan. Salah satunya sesuai rapat Binpres PB PRSI terkait promosi dan degradasi (promdeg). Selain itu, penentuan atlet berdasar hasil rapat koordinasi cabang olahraga dengan NOC Indonesia dan PPON Kemenpora bulan lalu.

Glenn mengaku mendapat penjelasan bahwa atlet yang masih berusia muda dipilih lantaran juga untuk persiapan jangka panjang seperti Olimpiade 2032.

’’Saya bingung. Pertama ini ngomongin SEA Games, tapi kenapa lebih targetnya ke 2032. Kok digabung begitu?’’ pungkas Glenn.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore