
Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung saat berlaga di babak pertama China Masters 2023 di Shenzhen, China, Rabu (22/11/2023). (ANTARA/HO/PBSI)
JawaPos.com – Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, mengaku banyak melakukan kesalahan sendiri saat menghadapi unggulan kedua asal Tiongkok, Chen Yu Fei, di babak perempat final Malaysia Open 2024.
Pada laga yang berlangsung selama 40 menit di Kuala Lumpur, Jumat (12/1), Gregoria harus menelan kekalahan dua gim langsung 13-21, 17-21.
“Catatan terbesar ada di gim pertama karena saya banyak melakukan kesalahan sendiri yang seharusnya tidak saya lakukan. Karena hal itu, di gim kedua Chen Yu Fei terlihat kepercayaan dirinya meningkat,” ungkap Gregoria, dikutip dari keterangan singkat PP PBSI.
Mengenai jalannya pertandingan, pada gim pertama, Chen sudah menguasai bola dan ritme permainan dengan baik. Sementara Gregoria yang merupakan unggulan ketujuh dalam turnamen ini terlihat cukup kewalahan dan melakukan kesalahan yang menguntungkan lawan.
Sedangkan di gim kedua, Gregoria terlihat mulai menemukan kepercayaan diri lagi dan mengantisipasi serangan-serangan sang peraih medali emas Olimpiade 2020 Tokyo itu dengan lebih baik dan efisien.
Sempat berusaha mengejar di poin 17-19, namun keberuntungan masih berpihak pada Chen yang pada akhirnya menutup pertandingan dengan skor 21-17.
“Bisa dibilang di gim kedua saya sudah mulai menemukan irama dan kontrol permainan, tapi balik lagi saya banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Gregoria.
“Memang, ada perbedaan kondisi lapangan hari ini tapi itu bukan alasan karena lawan juga merasakan. Bisa dilihat beberapa kali kami melakukan salah kontrol. Namun, mungkin bedanya dia lebih bisa cepat menguasai,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Indonesia masih menyisakan satu wakil lagi di perempat final Malaysia Open 2024 hari ini, yaitu ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang sekaligus berupaya mempertahankan gelar juara turnamen BWF Super 1000 tersebut.
Fajar/Rian akan berhadapan dengan unggulan pertama asal China Liang Wei Keng/Wang Chang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
