
GELAR BERSEJARAH: Timnas bulu tangkis putri Indonesia setelah menjuarai Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia (BATC) untuk kali pertama di Selangor, Malaysia, kemarin (20/2). (ANTARA)
JawaPos.com – Dua pekan lalu (2/2), Badan Anti-Doping Dunia (WADA) mencabut sanksi bagi Indonesia. Sanksi itulah yang membuat bendera Merah Putih tidak bisa dikibarkan ketika Anthony Sinisuka Ginting dkk menjuarai Piala Thomas di Aarhus, Denmark, Oktober 2021.
Tapi, seiring pencabutan sanksi tersebut, cerita tidak berulang bagi tim bulu tangkis putri Indonesia. Sang Merah Putih bisa berkibar saat Indonesia Raya berkumandang di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, kemarin (20/2). Kala Gregoria Mariska Tunjung dkk mencetak sejarah dengan menjadi kampiun Badminton Asia Team Championships (BATC) 2022.
Itulah kali pertama tim putri Indonesia menjadi juara Asia. Yang istimewa, skuad Indonesia berisi pemain-pemain muda. Sejak format BATC digelar pada 2016, raihan terbaik tim putri hanya sampai babak semifinal, yakni pada edisi 2018. Pada edisi 2020 Indonesia tersingkir di perempat final setelah kalah oleh Jepang.
Di laga final BATC 2022, Gregoria Mariska Tunjung dkk mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-1. Dengan hasil tersebut, tim putri Indonesia menjadi tim yang tidak terkalahkan sepanjang turnamen. Saat lolos dari fase penyisihan bahkan berstatus juara grup.
Indonesia berhasil memanfaatkan momentum mundurnya Jepang pada semifinal (19/2). Dengan kondisi yang lebih fit dan mental yang sedang bagus, untuk kali kedua mereka mengalahkan skuad Korea Selatan.
Gregoria mengawali kemenangan Indonesia dengan mengalahkan Sim Yu-jin dalam straight game 21-9, 22-10. Dia juga menjadi pemain yang tidak terkalahkan sepanjang turnamen itu. ”Saya bangga dan bersyukur. Puji Tuhan bisa membawa tim putri Indonesia juara. Ini berkat kebersamaan dan kekompakan tim. Semua pemain tampil hebat dan penuh semangat,” ujarnya kepada tim Humas PP PBSI kemarin.
Korea Selatan sempat menyamakan kedudukan setelah Baek Ha-na/Seong Seung-yeon unggul atas Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi 15-21, 21-14, 14-21. Penampilan Febriana/Amalia selama turnamen memang kurang memuaskan. Dari empat pertandingan, mereka hanya menang sekali saat melawan Arina Sazonova/Aisha Zhumabek (Kazakhstan) 21-3, 21-5.
Febriana/Amalia pun sedikit kecewa. ”Rasanya sedih belum bisa menang. Saya dan Tiwi (sapaan Amalia Cahaya Pratiwi, Red) sebenarnya sudah berusaha tampil maksimal, tapi lawan memang lebih baik. Start kami lambat, juga kurang konsisten. Fokus jadi hilang.
Sementara perubahan pola yang kami kembangkan kurang menyulitkan lawan,” ujar Ana (panggilan Febriana) seusai pertandingan kemarin.
Momentum Indonesia kembali setelah Putri Kusuma Wardani sukses revans atas Lee Se-yeon 21-10, 21-18. Pada pertemuan di babak penyisihan grup, Putri kalah 16-21, 19-21. Dalam pertandingan kemarin, Putri sempat mendapat teguran dari wasit karena dianggap memperlambat pertandingan.
”Saya sempat kehilangan konsentrasi setelah diberi peringatan umpire dan poin untuk lawan karena dianggap memperlambat permainan. Tetapi, setelah itu saya fokus untuk kembali menambah angka. Tapi, saya senang sekali bisa membalas kekalahan dari Lee,” kata pemain berusia 19 tahun tersebut.
Sayang, kesuksesan tim putri Indonesia tidak diikuti tim putra. Chico Aura Dwi Wardoyo dkk harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan Malaysia 0-3.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
