
IOC
JawaPos.com – Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach menuai kritikan setelah melakukan panggilan video atau video call dengan bintang tenis Tiongkok Peng Shuai, yang sempat hilang sejak 2 November lalu.
Peng Shuai tidak terlihat di publik usai mengunggah tuduhan pelecehan seksual yang dialaminya di platform media sosial local Weibo.
Pada unggahan yang dihapus 30 menit kemudian tersebut oleh sistem sensor daring di negeri tirai bamboo tersebut, Peng mengaku dilecehkan oleh mantan perdana menteri Tiongkok Zhang Gaoli tiga tahun lalu.
Bach mengaku melakukan video call dengan Peng Minggu lalu (21/11). Dalam pernyataan reminya, Bach menyebut Peng berterima kasih kepada IOC karena perhatiannya terkait kondisinya.
IOC juga merilis foto saat video call terjadi. Menampilkan Peng yang sedang tersenyum.
Namun, yang disayangkan, dalam pernyataannya itu tidak ada desakan atau permintaan kepada otoritas Tiongkok agar melakukan investasi independen terkait dugaan pelecehan seksual terhadap Peng.
‘’Kekosongan yang terasa dalam pernyataan tersebut justru memunculkan masalah. Dengan tidak mengungkapkan secara detail terkait kasus tersebut, IOC sedang ikut dalam permainan Beijing,’’ terang Carole Gomez, analis dari International and Strategic Relations, Prancis dilansir AFP.
‘’Ini justru sebuah kondisi yang mengganggu pada level lainnya. IOC sekarang aktif bermain dan berperan sebagai corong pemerintah Tiongkok. Sebagai mesin propaganda,’’ cuit Yaqiu Wang, spesialis Tiongkok di Human Rights Watch.
Tindakan Bach itu disebut-sebut hanya untuk mengamankan penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin yang akan berlangsung di Tiongkok kurang dari 3 bulan mendatang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
