
LLUIS GENE/AP WAKTUNYA TIBA: Xavi Hernandez duduk di bangku cadangan FC Barcelona di Camp Nou dalam acara perkenalannya pada 8 November lalu. Xavi akan menjalani debut sebagai pelatih Barca dini hari nanti.
JawaPos.com – Bersama pelatih penuh intrik (Ronald Koeman) dan kali pertama menjalani musim tanpa Lionel Messi, 12 laga awal La Liga 2021–2022 serasa ingin dilupakan FC Barcelona.
Musim Barca sesungguhnya seolah baru dimulai setelah mereka memiliki Xavi Hernandez sebagai entrenador.
Tantangan Xavi dimulai dalam Derbi Barceloni ke-123 melawan RCD Espanyol di Camp Nou dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 03.00 WIB).
Barcelonistas seolah sudah tidak sabar menanti gebrakan apa yang akan ditampilkan Barca bersama Xavi. ”Kami (serasa) baru memulai musim dengan harapan bisa meraih hasil lebih baik,” kata kapten dan gelandang Barca Sergio Busquets kepada Mundo Deportivo.
Xavi memiliki blueprint ideal dalam membangkitkan kembali Barca. Yaitu mengembalikan permainan yang pernah membuat Barca sukses di era Xavi bermain: tiki-taka.
Pelatih 41 tahun itu pun sudah mengaplikasikannya bersama Al Sadd SC, klub Qatar yang dilatihnya dua tahun terakhir. Permainan Al Sadd SC pun sampai dijuluki tiki-taQatar.
Tetapi, tentu berbeda situasi, kondisi, maupun tekanan di Al Sadd dengan di Barca. Xavi sadar filosofi permainannya tidak bisa langsung dipahami para pemain.
Karena itu, dia menggunakan bantuan teknologi, yaitu sebuah perangkat lunak yang secara otomatis akan mendeteksi semua situasi taktis yang terjadi selama pertandingan. Seperti keunggulan dan kekurangan dari tim sendiri dan lawan.
Hal itu memungkinkan pelatih memiliki dasar untuk menemukan handicap yang membuat performa timnya tersendat selama laga.
Entrenador Villarreal CF Unai Emery sudah menggunakan perangkat lunak tersebut. Salah satu bukti konkret tersaji musim lalu ketika Emery membawa El Submarino Amarillo memenangi Liga Europa.
Uniknya, perangkat lunak produksi Kognia itu merupakan ciptaan Joan Vila, mantan kepala statistik Barca (periode 2011–2018) sekaligus eks pelatih Barca kelompok usia (1987–2001).
Hal itulah yang membuat Xavi meyakini bahwa Vila akan memberikan ”bantuan” signifikan bagi klub yang membesarkan namanya.
”Dengan alat tersebut kami ingin kelemahan dalam taktikal kami akan makin teratasi seiring waktu,” ucap Xavi.
Selain bantuan teknologi, Xavi memberi sinyal akan memaksimalkan peran pemain dari La Masia. Sebab, para pemain dari akademi kondang milik Barca itu tentu sudah ditempa dengan filosofi tiki-taka.
Salah satunya mengoneksikan trisula Pedri-Busquets-Gavi sebagai sentral permainan di lini tengah.
Tidak berlebihan kalau gelandang Belanda Frenkie de Jong yang takut tersisih mulai menebar sinyal ingin mendapatkan klub baru.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
