Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2023 | 19.25 WIB

PBSI Evaluasi Ganda Putra usai Penampilan di Kumamoto Masters 2023

Ganda putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan terhenti pada babak 16 besar Kumamoto Masters 2023 setelah kalah 19-21, 13-21 dari pasangan Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi (China). - Image

Ganda putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan terhenti pada babak 16 besar Kumamoto Masters 2023 setelah kalah 19-21, 13-21 dari pasangan Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi (China).

JawaPos.com - Asisten pelatih ganda putra Indonesia Thomas Indratjaja memberikan sejumlah catatan sebagai bahan evaluasi penampilan sektor andalan tersebut di Kumamoto Masters 2023, Jepang pekan lalu karena tidak menempatkan satu pun wakil di babak akhir, dikutip dari ANTARA

“Secara keseluruhan prestasi sektor ganda putra di Kumamoto Masters Japan 2023 tidak sesuai harapan. Sebelum berangkat kami berharap bisa ada wakil yang bertahan hingga babak-babak akhir dan juara,” kata Thomas, dikutip dari keterangan singkat PP PBSI, Senin (20/11).

“Tetapi wakil-wakil Indonesia sudah tersisih lebih awal. Memang harus dievaluasi penampilan para pemain karena tidak seperti harapan,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Thomas mengatakan terdapat beberapa faktor yang menjadi catatan khusus untuk sektor ganda putra, di antaranya adalah kepercayaan diri dan kemampuan untuk fokus demi mengatasi tekanan.

“Secara umum, semua harus ditingkatkan rasa percaya dirinya. Saat mendapat tekanan, harus cepat menemukan cara untuk mengatasinya. Pertahanannya juga harus lebih dikuatkan dan fokusnya,” ujar dia.

Adapun langkah terjauh ganda putra Indonesia adalah dari pasangan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan di babak 16 besar. Langkah mereka di turnamen BWF Super 500 itu dihentikan oleh ganda putra asal Tiongkok, Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi dengan dua gim langsung 19-21, 13-21.

“Untuk Pram/Yere secara kekompakan sudah bagus. Komunikasi di lapangan juga bagus. Cuma rata-rata masih harus ditingkatkan rasa percaya dirinya dan akurasi pukulannya,” kata Thomas.

Lalu untuk ganda putra veteran Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Thomas mengatakan terdapat pukulan yang terasa kurang pas demi bisa mengimbangi para rival yang lebih muda.

“Hendra/Ahsan karena menggunakan bola yang berat, jadi kadang perlu reli yang panjang untuk bisa dapat poin. Kadang pukulannya kurang pas untuk mengimbangi kecepatan pemain-pemain muda sekarang. Kalau Hendra/Ahsan bisa lebih pas feeling-nya, saya kira bisa mengatasi lawan,” jelas dia.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore