
Photo
JawaPos.com – Presiden Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari memberikan tantangan kepada timnas basket putra Indonesia.
Abraham Damar dkk diminta mengukir sejarah dengan masuk delapan besar di Piala Asia FIBA 2021. Kebetulan, ajang itu berlangsung di Jakarta pada 17–29 Agustus. Target tersebut harus dipenuhi. Sebab, itulah syarat agar timnas bisa tampil dalam FIBA World Cup 2023.
Dalam FIBA World Cup 2023, Indonesia menjadi tuan rumah bersama Jepang dan Filipina. Sebagai tuan rumah, Indonesia memang bisa langsung ikut serta. Namun, peringkat Indonesia terlalu rendah. Karena itulah, FIBA memberi syarat khusus. Saat ini timnas berada di peringkat ke-88 dunia.
Manajer Fareza Tamrella menyatakan, target yang dibebankan sangat menantang. Sebab, kompetisi itu tentu berbeda dengan SEA Games atau Asian Games.
”Memang cukup berat. Tapi, kami akan berusaha maksimal. Para pemain dan Coach (Rajko) Toroman sudah paham hal ini. Kami tetap percaya dengan kemungkinan (lolos),” ujarnya saat dihubungi kemarin (14/4).
Sebagai persiapan, timnas akan melakukan pemusatan latihan mulai awal Mei untuk para pemain muda. Sementara, pemain senior lain masih harus lebih dulu menyelesaikan babak playoff IBL 2021.
”Kalau babak playoff ada pemain yang timnya tersingkir dan pemain itu dipanggil timnas, langsung gabung TC. Full TC dimulai Juni. Pemain naturalisasi juga akan gabung,” jelas Mocha, sapaan akrabnya.
Wakil Ketua Umum PP Perbasi Francis Wanandi menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan persiapan timnas dalam dua fase sekaligus. Timnas senior dipersiapkan berlaga pada FIBA Asia Cup 17–29 Agustus mendatang. Sementara itu, timnas junior diproyeksikan untuk FIBA World Cup dua tahun ke depan.
”Kami melakukan persiapan sebaik-baiknya sebagai tuan rumah dan peserta. Membentuk tim nasional yang mampu bersaing dengan peserta lain sehingga bisa menaikkan level kompetisi dan permainan di tingkat Asia,” kata Francis.
Salah satu opsi yang diambil Perbasi adalah naturalisasi pemain. Mereka berhasil menaturalisasi dua pemain, yaitu Lester Prosper dan Brandon Jawato.
Mereka memprogramkan naturalisasi untuk dua pemain lagi. Saat ini ada dua pemain muda asal Senegal yang diproses naturalisasi. Yakni, Dame Diagne dan Serigne Modou Kane yang masih berusia 15 tahun. Keduanya bergabung dalam Indonesia Patriots saat IBL 2021 musim reguler lalu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
