Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 April 2021 | 04.08 WIB

Walau Berada di Ranking 88 Dunia, Timnas Indonesia Ditarget 8 Besar

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Presiden Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari memberikan tantangan kepada timnas basket putra Indonesia.

Abraham Damar dkk diminta mengukir sejarah dengan masuk delapan besar di Piala Asia FIBA 2021. Kebetulan, ajang itu berlangsung di Jakarta pada 17–29 Agustus. Target tersebut harus dipenuhi. Sebab, itulah syarat agar timnas bisa tampil dalam FIBA World Cup 2023.

Dalam FIBA World Cup 2023, Indonesia menjadi tuan rumah bersama Jepang dan Filipina. Sebagai tuan rumah, Indonesia memang bisa langsung ikut serta. Namun, peringkat Indonesia terlalu rendah. Karena itulah, FIBA memberi syarat khusus. Saat ini timnas berada di peringkat ke-88 dunia.

Manajer Fareza Tamrella menyatakan, target yang dibebankan sangat menantang. Sebab, kompetisi itu tentu berbeda dengan SEA Games atau Asian Games.

”Memang cukup berat. Tapi, kami akan berusaha maksimal. Para pemain dan Coach (Rajko) Toroman sudah paham hal ini. Kami tetap percaya dengan kemungkinan (lolos),” ujarnya saat dihubungi kemarin (14/4).

Sebagai persiapan, timnas akan melakukan pemusatan latihan mulai awal Mei untuk para pemain muda. Sementara, pemain senior lain masih harus lebih dulu menyelesaikan babak playoff IBL 2021.

”Kalau babak playoff ada pemain yang timnya tersingkir dan pemain itu dipanggil timnas, langsung gabung TC. Full TC dimulai Juni. Pemain naturalisasi juga akan gabung,” jelas Mocha, sapaan akrabnya.

Wakil Ketua Umum PP Perbasi Francis Wanandi menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan persiapan timnas dalam dua fase sekaligus. Timnas senior dipersiapkan berlaga pada FIBA Asia Cup 17–29 Agustus mendatang. Sementara itu, timnas junior diproyeksikan untuk FIBA World Cup dua tahun ke depan.

”Kami melakukan persiapan sebaik-baiknya sebagai tuan rumah dan peserta. Membentuk tim nasional yang mampu bersaing dengan peserta lain sehingga bisa menaikkan level kompetisi dan permainan di tingkat Asia,” kata Francis.

Salah satu opsi yang diambil Perbasi adalah naturalisasi pemain. Mereka berhasil menaturalisasi dua pemain, yaitu Lester Prosper dan Brandon Jawato.

Mereka memprogramkan naturalisasi untuk dua pemain lagi. Saat ini ada dua pemain muda asal Senegal yang diproses naturalisasi. Yakni, Dame Diagne dan Serigne Modou Kane yang masih berusia 15 tahun. Keduanya bergabung dalam Indonesia Patriots saat IBL 2021 musim reguler lalu.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore