Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 September 2023 | 22.16 WIB

Kandas di Semifinal Hong Kong Open 2023, Gregoria Alihkan Fokus ke Pemulihan Cedera Menuju Asian Games

Gregoria Mariska Tunjung gagal melaju ke final Japan Open 2023. Fakta itu membuatnya memilih fokus ke Kejuaraan Dunia 2023. (Antara) - Image

Gregoria Mariska Tunjung gagal melaju ke final Japan Open 2023. Fakta itu membuatnya memilih fokus ke Kejuaraan Dunia 2023. (Antara)

JawaPos.com – Atlet bulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, mengatakan bahwa dia akan segera mengalihkan fokusnya untuk pemulihan cedera lutut dan persiapan jelang Asian Games 2022 Hangzhou.

“Semoga cedera lutut saya tidak semakin serius dan bisa terus membaik jelang Asian Games nanti. Sambil kembali latihan untuk mengurangi kesalahan-kesalahan yang saya lakukan di beberapa turnamen terakhir,” kata Gregoria, dikutip dari keterangan singkat PBSI, Sabtu (16/9).

Gregoria belakangan ini mengalami cedera pada lututnya. Namun, dia mengatakan telah berkomitmen untuk terus berjuang pada setiap turnamen yang dia ikuti, mengingat kini sudah merupakan periode Race to Olympic alias Olimpiade 2024 di Paris.

“Saya memutuskan bersama pelatih untuk main di sini karena saya merasa saya masih bisa. Jadi, karena sudah komitmen untuk turun, jadi saya mau memberikan yang maksimal walau dengan kondisi lutut yang belum 100 persen,” kata Gregoria.

“Saya maksimalkan waktu latihan di Tiongkok kemarin untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Saya berpikir di periode Race to Olympics ini penting juga setiap poin di setiap turnamen yang saya ikuti,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Gregoria berhasil melaju ke babak semifinal Hong Kong Open 2023. Namun, langkahnya terhenti usai kalah dari unggulan teratas Akane Yamaguchi (Jepang) dalam drama rubber game 17-21, 25-23, 18-21, pada Sabtu (16/9).

Gregoria yang turun sebagai unggulan lima itu mengatakan, terdapat beberapa hal yang dia soroti dari permainannya hari ini. Dia, yang sudah unggul di gim pertama, lawan dengan cepat mengubah pola lalu membuat Gregoria balik tertekan. Dia mengaku tidak bisa keluar dari situasi itu.

“Saya sudah unggul empat poin, tapi tidak bisa memanfaatkannya dengan baik, ditambah saya terlalu lama fokus memikirkan lawan sedang mengejar, padahal harusnya fokus saya adalah bagaimana untuk dapat poin lagi ketika lawan juga dapat poin,” kata Gregoria.

“Di gim ketiga juga sama, saya hilang poin dengan sangat cepat di kedudukan 14-14 langsung 14-18. Itu menjadi kesalahan terbesar saya di pertandingan kali ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gregoria memetik pelajaran untuk terus mempertahankan fokusnya dalam menghadapi lawan di poin-poin kritis.

“Pelajaran buat saya untuk tidak mudah blank karena ketika melawan pemain-pemain level atas seperti Akane ini, bagaimana saya tidak boleh hanya memikirkan bagaimana bisa mendapat poin, tapi juga bagaimana bisa meminimalisir kesalahan-kesalahan sendiri,” kata dia.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore