
Fajar Alfian/Yeremia Erich Yacob Rambitan menjadi juara Mola TV PBSI Home Tournament 2020. (Nafielah Mahmudah/PP PBSI).
JawaPos.com – Tim Indonesia memasang target tinggi dalam Piala Thomas di Aarhus, Denmark, Oktober mendatang. Kevin Sanjaya Sukamuljo dkk membidik gelar juara.
Itu wajar mengingat kekuatan kita saat ini begitu merata antara tunggal dan gandanya. Indonesia juga ditempatkan sebagai unggulan pertama. Di atas Jepang, Tiongkok, dan tuan rumah Denmark.
Salah satu persiapan yang bakal digeber PP PBSI adalah pertandingan simulasi Thomas-Uber. Event itu rencananya diadakan di Pelatnas Cipayung pada September.
Hanya, waktu maupun format turnamennya belum dipastikan. ’’Itu belum dirapatkan sehingga belum bisa dipastikan,’’ ungkap Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto kemarin (27/7).
Saat ini tim pelatih bersama bidang pembinaan dan prestasi (binpres) sedang menggodok skuad. Salah satu dasarnya adalah hasil PBSI Home Tournament yang berjalan selama lima pekan sejak akhir Juni.
Banyak kejutan, baik yang menyenangkan maupun kurang menyenangkan. Yang menyenangkan, misalnya, ada pemain junior yang bersinar. Mengalahkan senior-seniornya.
Yang jelas, dari hasil Home Tournament, Budi menyebut latihan yang dijalani selama pandemi ini belum cukup. Para pemain belum siap terjun di turnamen besar. Beberapa pemain senior belum menunjukkan performa terbaik. Baik secara capaian maupun performa di lapangan.
Menarik dinanti bagaimana format pertandingan untuk simulasi. Apakah pemain yang disiapkan masuk tim utama akan menghadapi pemain lapis kedua dan junior. Atau, kembali diacak untuk memunculkan kembali semangat kompetisi setiap pemain.
Photo
Fajar Alfian/Yeremia Erich Yacob Rambitan menjadi juara ganda putra Mola TV PBSI Home Tournament 2020. (Nafielah Mahmudah/PP PBSI).
Budi –sapaan Achmad Budiharto– menuturkan, mempersiapkan pemain di turnamen beregu berbeda dengan perorangan. Dalam kejuaraan beregu, tanggung jawab setiap pemain lebih besar.
Sebab, hasil pertandingan mereka memengaruhi hasil tim. Karena itu, dibutuhkan kekompakan dan kerja sama yang sangat kuat.
Di sisi lain, rencana simulasi disambut baik oleh beberapa sektor. Salah satunya ganda putra. Pelatih kepala ganda putra Herry Iman Pierngadi menyatakan, pasukannya sangat siap untuk kembali melakukan game internal sesama pasangan Indonesia.
’’Ya, apalagi lama tidak ada turnamen. Kejuaraan internasional juga belum tahu kapan dimulai,’’ kata Herry kemarin.
Lantaran sudah lama tidak tampil di pertandingan resmi, Herry patut terus memantau kesiapan para pemainnya. Apalagi, saat Home Tournament, setiap pasangan tidak berduet dengan rekan aslinya. Mereka diacak. Pemain senior berpasangan dengan junior. Kevin Sanjaya Sukamuljo, misalnya, berduet dengan M. Reza Pahlevi Isfahani. Pasangan aslinya, Marcus Fernaldi Gideon, bersama M. Shohibul Fikri.
Ganda putra menjadi sektor yang paling diharapkan menyumbang poin bagi tim. Harapan tersebut sangat realistis. Sebab, di nomor itu, Indonesia memiliki pasangan kelas dunia. Mulai The Minions (Kevin/Marcus) yang menduduki peringkat pertama dunia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (2), hingga Fajar Alfian/Rian Ardianto (6).
Indonesia kali terakhir merebut Piala Thomas pada edisi 2002. Waktu itu masih ada Marlev Mainaky, Taufik Hidayat, dan Hendrawan. Di final, Merah Putih menang 3-2 atas Malaysia. Namun, Marlev maupun Taufik tidak menyumbangkan kemenangan. Yang mendonasikan angka justru dua pasangan ganda putra plus Hendrawan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
