
Photo
JawaPos.com-Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil melaju ke final Mola TV PBSI Home Tournament. Pada semifinal di lapangan Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur hari ini (3/7), Praveen/Melati mengalahkan juniornya Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso dalam dua game 21-17, 21-17.
Walau kalah, Adnan/Mychelle berhasil memberikan perlawanan yang baik melawan juara All England 2020 itu. Mereka mampu unggul saat interval dengan skor 11-8. Serangan dan defense Adnan/Mychelle terlihat sangat solid.
Mychelle yang berada di depan, memiliki placing-placing yang unik. Apalagi, pemain kidal berusia 22 tahun itu berani adu netting melawan Melati.
Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso terhenti di semifinal Mola TV PBSI Home Tournament. (Nafielah Mahmudah/PBSI).
Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso terhenti di semifinal Mola TV PBSI Home Tournament. (Nafielah Mahmudah/PBSI).
Sadar bahwa bermain cepat tidak akan bisa menembus pertahanan lawan, Praveen/Melati memilih untuk sabar dan mengajak Adnan/Mychelle dalam pola reli-reli panjang.
Hal inilah yang kemudian memaksa Adnan/Mychelle banyak melakukan kesalahan sendiri. Setelah angka 15, Praveen/Melati berbalik memegang kendali penuh permainan dan melaju memimpin di depan. Pasangan nomor empat dunia itu lantas mengambil game pertama dengan skor 21-17.
Pada game kedua, Adnan/Mychelle juga sempat memimpin dengan skor 8-6. Namun, sama seperti yang terjadi pada game pertama, Praveen/Melati berbalik unggul dalam posisi krusial yakni 16-14. Backhand silang Praveen, mengakhiri perlawanan ganda nomor 33 dunia itu dengan skor 21-17.
"Kami cukup tahu bahwa Adnan/Mychelle adalah pasangan junior yang bisa nembus papan atas. Pola main mereka menarik dan bagus. Cowoknya juga bagus dan cepat," kata Praveen setelah pertandingan dalam wawancara pinggir lapangan dengan Mola TV.
"Itulah yang bikin kami ketinggalan di awal. Pada pertengahan, kami bisa antisipasi, kami bisa mengajar mereka ke pola main kami," imbuh Praveen.
Sama seperti partnernya, Melati juga tidak terkejut karena Adnan/Mychelle bisa mengimbangi mereka di awal. "Namun mereka kalah pengalaman. Pada poin kritis, mereka banyak mati sendiri," ulas Melati.
Menurut Praveen, pola permainan dan kondisi fisik mereka belum berbalik ke posisi normal. Namun, kondisinya tidak berjarak jauh pada saat pertandingan resmi di level internasional. "Kalau turnamen ya tunggal nambah latihan individual dan partner sedikit lagi," ucap Praveen.
Pada partai final, Praveen/Melati akan berhadapan dengan pemenang antara Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari atau Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow.
"Dua-duanya potensinya bagus. Ranking Rinov/Pitha juga lumayan. Namun, kami akan siapkan yang terbaik di final," tegas Praveen.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
