
LAS VEGAS, NEVADA - DECEMBER 14: UFC women
JawaPos.com-Tidak ada lagi yang tersisa di jagat MMA untuk Amanda Nunes. Semua bintang, semua juara, sudah dia habisi. Termasuk Ronda Rousey, bertahun-tahun lalu. Kini dia lebih tertarik menjalani peran lain. Yakni, sebagai ibu.
---
Amanda Nunes tak bisa menyembunyikan senyum saat menghajar Felicia Spencer dalam UFC 250 di UFC Apex, Las Vegas, dua pekan lalu (7/6). Itu adalah duel pertahanan gelar pertama setelah UFC vakum akibat pandemi Covid-19, dan dia sedang mengincar sejarah. Menjadi satu-satunya petarung UFC yang sanggup mempertahankan gelar juara di dua divisi, kelas bulu (135 pound) dan kelas bantam (145 pound), secara simultan.
Nunes telah mengacaukan struktur wajah Spencer dan menciptakan benjolan berdiameter 2,5 sentimeter di dahi petarung Kanada itu. Di ronde terakhir –kelima– dia menurunkan intensitas serangan. Setelah dipastikan menang dengan unanimous decision, dia melakukan hal yang mengejutkan.
Dia mengambil sabuk juaranya, lalu melingkarkannya ke bahu Spencer. Mereka lantas berpelukan hangat. ’’Aku pernah kalah. Aku tahu perasaannya,’’ kata Nunes, dikutip Las Vegas Sun. ’’Dia bertarung untuk meraih sabuk malam ini. Setidaknya dia bisa menyentuh atau melihatnya,” sambung perempuan 32 tahun itu.
Kehangatan petarung kelahiran Bahia, Brasil, itu bertolak belakang dengan aksinya di oktagon. Dia garang. Banget. Dengan postur sempurna, Nunez memadukan power besar dengan kelincahan.
Dengan bekal sabuk hitam jiujitsu dan sabuk cokelat judo, dia telah mengalahkan semua juara di kelasnya. ’’Amanda Nunes adalah G.O.A.T. (greatest of all time),’’ puji Dana White, presiden UFC.
Kemunculan Nunes sebagai bintang tidak disangka-sangka. Dia masuk sebagai salah seorang petarung cewek yang menjadi satelit bagi superstar Ronda Rousey pada 2013. Dia menderita kekalahan KO oleh Cat Zingano pada 2014, tapi setelah itu tidak pernah kalah lagi.
Dia lantas mencuri perhatian saat merebut sabuk juara kelas bantam dari Miesha Tate pada 9 Juli 2016. Lima bulan kemudian, namanya makin meroket setelah menghabisi Rousey. Dia bahkan hanya butuh 48 detik. Kekalahan itu sekaligus mengantar Rousey pensiun.
Photo
Amanda Nunes mendaratkan pukulan ke muka Ronda Rousey pada pertarungan kelas bantam di UFC 207, 30 Desember 2016. (Christian Petersen/Getty Images/AFP).
Sejak kali pertama kelas bantam putri UFC dimainkan pada 2012, divisi itu punya empat juara. Selain Nunes, ada Rousey, Holly Holm, dan Tate. Ketiganya sudah kalah di tangan Nunes hanya dalam satu ronde.
Untuk kelas bulu yang launching pada 2017, ada tiga nama petarung putri yang pernah menyandang sabuk juara. Selain Nunes, ada Cris Cyborg dan Germaine de Randamie. Keduanya juga sudah takluk di tangan Nunes.
’’Aku menikmati perjalanan menyenangkan ini, dan menikmatinya setiap hari,” imbuh petarung berjuluk The Lioness alias Singa Betina tersebut.
Setelah kemenangan atas Spencer lalu, Nunes menyebut dirinya ingin pensiun. Dia ingin berfokus pada keluarga. Istrinya, sesama petarung UFC Nina Ansaroff, memang sedang hamil. Ansaroff bakal melahirkan pada September.
’’Aku tak sabar bertemu putriku. Aku akan beristirahat hingga akhir tahun memikirkan anakku,’’ tutur petarung yang kekayaannya ditaksir USD 4 juta atau Rp 57 miliar tersebut.
Lagi pula, Nunes sudah kesulitan untuk mencari lawan sepadan di UFC. Sumber ESPN menyebutkan, Dana White hampir putus asa. Satu-satunya opsi yang paling mungkin adalah mempertemukan Nunes dengan juara kelas terbang saat ini, Valentina Shevchenko. Itu pun kurang menarik. Shevchenko sudah dua kali bentrok dengan Nunes dan selalu kalah.
Photo
Amanda Nunes tersenyum setelah mempertahankan gelar kelas bantam UFC di UFC 245. Pada pertarungan itu, Nunes mengalahkan Germaine de Ranamie. (Steve Marcus/Getty Images/AFP).
Meski pusing mencarikan lawan buat Nunes, White bakal lebih puyeng kalau perempuan yang mencatat debut pada 2008 itu pensiun.
’’Aku bunuh dia kalau pensiun,’’ canda White ketika berbicara di podcast Schmozone. ’’Aku baru saja ngobrol dengan (matchmaker UFC) Sean Shelby dan Mick Maynard pada rapat terakhir lalu untuk membuatkan divisi khusus buat dia. Dan sekarang dia bilang mau pensiun?’’ katanya gemas.
---
AMANDA LAURENCO NUNES
THE LIONESS
Lahir: 30 Mei 1988 (32 tahun)
Asal: Pojuca, Bahia, Brasil
Tinggi: 173 cm
Berat: 61 kg
Jangkauan: 175 cm
Gaya: Ortodoks
Aktif MMA: 2008-sekarang
Disiplin bela diri: Jiujitsu dan judo
Rekor MMA: 20-4-0 (13 KO)
GELAR
Juara kelas bantam putri (2018-sekarang)
Juara kelas bulu putri (2016-sekarang)
REKOR
*Petarung perempuan pertama yang menyandang juara dua divisi sekaligus (bantam dan bulu).
*Satu-satunya petarung dalam sejarah UFC yang sanggup mempertahankan gelar di dua divisi secara simultan.
*Disebut-sebut sebagai atlet LGBTQ paling sukses dalam sejarah.
---
Seperti Apa Rasanya Dihajar Nunes
“Aku hanya ingat pukulannya. Aku selalu berlatih dengan pria dan aku tidak pernah merasakan dipukul dengan kekuatan seperti itu. Gila, pukulannya berat banget. Waktu aku dipukul bertubi-tubi, rasanya aku melihat bintang dan burung-burung beterbangan seperti di film kartun.’’
CAT ZINGANO, Mengalahkan Nunes di UFC 178 (27/9/2014)
---
“Dia sangat percaya diri. Skill-nya komplet. Power-nya besar. Dia tidak memberiku kesempatan untuk berpikir. Waktu aku akhirnya memutuskan sesuatu, pertarungannya sudah selesai.’’
HOLLY HOLM, Dikalahkan Nunes di UFC 239 (6/7/2019)
---
“Aku cuma bisa mengingat kekagetanku saat kali pertama menerima pukulannya. Pukulannya aneh dan mendarat di tempat dan saat yang aneh. Sulit direspons. Dia punya jangkauan selebar elang dan bisa memanfaatkan fisiknya untuk membuat serangan mematikan.’’
MIESHA TATE, Dikalahkan Nunes di UFC 200 (9/7/2016)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
