Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juni 2020 | 04.15 WIB

Latihan di Daerah, Tetapi Tetap Memonitor Latihan Atlet

Lalu M Zohri bersama para atlet lari lainnya melakukan latihan core untuk proses rehabilitasi di Stadion Madya GBK, Kamis 23/5/19. Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos. - Image

Lalu M Zohri bersama para atlet lari lainnya melakukan latihan core untuk proses rehabilitasi di Stadion Madya GBK, Kamis 23/5/19. Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos.

JawaPos.com – Pelatnas atletik memang sudah dibubarkan. Atlet dikembalikan ke daerah masing-masing secara permanen. Sampai saat ini belum ada keputusan kapan atlet akan dipanggil lagi ke pelatihan terpusat di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.

Namun, Sekjen PB PASI Tigor Tanjung berharap pengprov PASI tidak berhenti memonitor atlet.

Cepat atau lambat, pelatnas akan dimulai lagi. Paling tidak sebelum tahun berganti. Sebab, tahun depan agenda sangat padat. Tigor menyebut nama-nama atlet di pelatnas maupun nonpelatnas sudah dikantongi.

Jika menunjukkan kualitas yang mumpuni, bukan tidak mungkin atlet nonpelatnas bisa menggeser mereka yang lebih diprioritaskan untuk pelatnas.

’’PB PASI memiliki data terkini. Mereka kalau bagus, kami cek. Jadi, bisa saja kalau pembibitannya di daerah bagus, kami panggil,’’ jelas Tigor.

Karena itu, pihaknya berharap pengprov PASI di daerah melengkapi berbagai fasilitas penunjang. ’’Bagaimana menggunakan alat-alat. Ada treadmill tidak di lintasan,’’ rincinya.

Soal pendanaan, Tigor menyatakan sudah mengajukan revisi proposal ke Kemenpora mengenai program menuju SEA Games 2021 dan Olimpiade Tokyo 2020. ’’Tapi, anggaran 2020 ini masih digodok. Semoga cepat keluar dan masih bisa dialokasikan dananya,’’ harapnya.

Selain anggaran, yang dikhawatirkan jika menggelar pelatnas di Jakarta adalah kesehatan dan keselamatan atlet. Sebab, saat ini grafik penularan Covid-19 masih terus naik.

Pelatih Eni Nuraini mengatakan, dengan kondisi ibu kota yang belum kondusif, sebaiknya atlet belum kembali ke pelatnas. Mereka diharapkan tetap berlatih di daerah. Terutama bagi atlet-atlet yang diproyeksikan ke event besar tahun depan.

’’Meski di daerah, program tetap diberikan kepada anak-anak. Lalu Zohri dan kawan-kawan melakukan latihan mandiri,’’ jelas Eni. ’’Setiap atlet mengirimkan video latihannya. Dari video itulah nanti dievaluasi mana saja program yang bisa berjalan atau tidak. Sebab, fasilitas di daerah tidak sebaik di Jakarta,’’ lanjut dia.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore