
Photo
JawaPos.com – Para pemain Indonesian Basketball League (IBL) menunjukkan kepedulian besar dalam perang melawan pandemi Covid-19. Mereka menggalang donasi lewat lelang jersey. Hal ini, salah satunya, dilakukan Abraham Wenas. Shooting guard Hangtuah itu melelang dua jersey. Dia berhasil mengumpulkan uang Rp 7,3 juta.
Cowok yang akrab disapa Bram itu mengungkapkan, sebenarnya inisiatif lelang jersey muncul sejak awal tahun. Tepatnya saat Jakarta mengalami bencana banjir selama berpekan-pekan. Namun, rencana itu urung dieksekusi karena kesibukan mempersiapkan musim baru IBL.
’’Baru terpikir lagi setelah lihat banyak pemain NBA yang melakukan donasi untuk melawan virus korona baru ini. Lalu mikir, bisa nggak ya kalau pemain IBL donasi juga,’’ tutur Bram kemarin.
Lelang dibuka pada 23 Maret dan ditutup 25 Maret lalu. Awalnya, Bram menargetkan paling tidak satu jersey bisa terjual Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Ternyata hasilnya lebih dari ekspektasi.
’’Sempat nggak pede. Tetapi ya sudah, apa pun hasilnya, yang penting bisa berbuat dulu. Bersyukur ternyata banyak teman-teman yang lelang jersey juga,’’ kata Bram.
Ya, tindakan itu menginspirasi para pemain Pelita Jaya. Andakara Prastawa Dhyaksa, Adhi Pratama, dan Respati Ragil Pamungkas melelang jersey Pelita yang mereka kenakan musim lalu.
Lelang hanya berlangsung selama 24 jam. Dimulai harga Rp 250 ribu. Peserta boleh menaikkan bid dengan kelipatan Rp 10 ribu. Kemarin lelang ditutup. Pras, sapaan Prastawa, berhasil mengumpulkan uang Rp 2,9 juta.
’’Sebenarnya jumlah berapa pun itu tidak terlalu penting,’’ kata Pras. ’’Di luar hasil lelang, kami juga bisa menambahkan sendiri mau donasi berapa. Ada yang mau bantu tanpa membeli juga boleh kok,’’ tambah pemain 27 tahun tersebut.
Hasil lelang itu lantas dikumpulkan melalui laman kitabisa.com yang diinisiatori Augie Fantinus. Donasi yang terkumpul digunakan untuk membantu membeli alat pelindung diri (APD) tenaga medis.
Bagi Pras, ini kali pertama dia mengikuti lelang untuk amal. Sebelumnya, dia hanya mempromosikan kegiatan-kegiatan sosial. Namun, Pras tidak akan berhenti di lelang jersey saja.
Dia berjanji akan terus melakukan kampanye melawan Covid-19. ’’Ingin meneruskan dengan cara lain. Tanpa di-publish pun aku tetap bergerak,’’ tegas pemain kelahiran Jakarta itu.
Pemain Stapac Jakarta Rizky Effendy tak mau ketinggalan. Dia melelang jersey ketika mengikuti Jawa Pos Pro Tournament 2016 di DBL Arena, Surabaya. ’’Berhubung saya pemain basket, jadi hanya inilah yang bisa saya berikan kepada mereka,’’ kata Rizky.
Di sisi lain, Augie Fantinus menjadi orang pertama yang punya ide menggalang donasi dari para pebasket. Mulanya, dia melakukan challenge memasukkan 1.000 poin dari garis free throw pada Kamis (26/3).
’’Sebetulnya saya serbatakut. Gak pengen dianggap sebagai yang pertama. Kalau (dianggap) inisiator terima kasih,’’ ungkap Augie kemarin (30/3).
Karena banyak pemain yang hendak berdonasi, Augie kemudian berinisiatif menyalurkannya melalui akun kitabisa.com yang sebelumnya dia gunakan sendiri. Menggunakan satu akun untuk lebih memudahkan berkoordinasi.
Sebenarnya Augie mempersilakan para pemain menyalurkan bantuan secara mandiri. Misalnya ke rumah sakit di dekat rumah masing-masing. Namun, ternyata mereka lebih nyaman menyalurkan bantuan lewat kanal donasi yang sudah dibikin mantan manajer timnas basket putri tersebut.
Donasi bakal berjalan sampai Minggu (5/4). Meski, Augie ingin lebih cepat agar bisa segera dicairkan dan disalurkan. Augie bersyukur respons para donator luar biasa.
"Ada pemain legend, pemain muda, pemain putri, DBL All-Star. Akun-akun resmi klub juga membantu. Buat saya, ini yang saya pengin kalau basket Indonesia sama-sama bersatu,’’ paparnya.
Augie tidak memasang target berapa donasi harus terkumpul. Dia ingin uang tersebut bermanfaat. Untuk challenge 1.000 poin, hasilnya bakal dibelikan APD buat tenaga medis. Namun, ada juga yang disalurkan untuk bantuan sembako buat ojol dan pedagang kecil.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
