
Jenny Hartanto (kanan) dari Weerun Surabaya berhasil menjadi juara kategori Puteri lomba Hamster Challenge 2020 FM 42km di Lapangan Thor, Surabaya, kemarin (29/2). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
JawaPos.com – Seperti apa rasanya berlari maraton tapi di lintasan loop alias memutar? Tentu sensasinya sangat sangat berbeda dengan maraton biasa. Itulah yang dirasakan 25 runner yang terjun dalam Hamster Challenge di Lapangan THOR, Surabaya, kemarin (29/2).
Para runner pilihan tersebut harus menempuh jarak 42 km memutari lintasan atletik Lapangan THOR.
Untuk menyelesaikan jarak tersebut, mereka harus berlari sebanyak 105 lap. Alias 105 kali memutari lintasan tersebut. Boring? Bisa jadi. Namun, banyak runner yang bisa mencapai personal best (PB) full marathon.
Ivan Martinus dan Liman Santoso, misalnya. Dua runner Surabaya itu jadi yang tercepat di kategori pria. Ivan menuntaskan 105 lap itu dalam 3 jam 16 menit 49 detik.
Bagi pria 42 tahun tersebut, catatan itu jauh lebih baik ketimbang PB yang pernah dia bukukan di Borobudur Marathon 2018. Ketika itu, dia menyentuh finis dalam waktu 3 jam 54 menit. Itu terjadi saat dia melepas status virgin marathon.
’’Di sini (lintasan loop), aku lebih mudah mengatur fokus dan menstabilkan pace lari,’’ jelas Ivan.
Senada dengan Ivan, Liman menganggap lari di lintasan loop lebih mudah daripada berlari maraton di jalan. ’’Enaknya, tidak ada belokan, tidak ada kemacetan, dan flat,’’ sebut runner dari komunitas WeeRun Surabaya itu. ’’Jika berlari di road juga lebih banyak strategi. Di sini tidak ada,’’ sambungnya.
Hanya, Liman mengakui ada tantangannya dari berlari jarak jauh dalam lintasan memutar. ’’Bosan. Karena harus mengulang-ulang lap. Kalau di road kan banyak yang bisa kita lihat. Di sini hanya melihat trek dan pemandangan yang sama selama berjam-jam,’’ bebernya.
Dalam ajang kemarin, Liman mencatatkan waktu 3 jam 18 menit 32 detik. Bagi dia, itu juga jauh lebih cepat dari capaiannya di Lombok Marathon 2017. Saat itu dia mencatatkan waktu 3 jam 28 menit.
Dalam race terakhirnya di Surabaya Marathon 2019, Liman hanya bisa mencatatkan waktu 3 jam 30 menit.
Tak hanya di sektor putra. Yuyun Anggraini, runner yang finis ketiga di kategori putri, juga mencatatkan PB-nya di 4 jam 13 menit 46 detik. Itu lebih cepat dari catatan waktu terbaiknya, 4 jam 19 menit. Di sektor tersebut, Jenny Hartanto menjadi yang tercepat dengan finis 3 jam 43 menit 47 detik.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
