Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Maret 2020 | 04.01 WIB

Meski Bosan, Tapi Bisa Capai Personal Best Maraton di Lintasan Loop

Jenny Hartanto (kanan) dari Weerun Surabaya berhasil menjadi juara kategori Puteri lomba Hamster Challenge 2020 FM 42km di Lapangan Thor, Surabaya, kemarin (29/2). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos - Image

Jenny Hartanto (kanan) dari Weerun Surabaya berhasil menjadi juara kategori Puteri lomba Hamster Challenge 2020 FM 42km di Lapangan Thor, Surabaya, kemarin (29/2). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

JawaPos.com – Seperti apa rasanya berlari maraton tapi di lintasan loop alias memutar? Tentu sensasinya sangat sangat berbeda dengan maraton biasa. Itulah yang dirasakan 25 runner yang terjun dalam Hamster Challenge di Lapangan THOR, Surabaya, kemarin (29/2).

Para runner pilihan tersebut harus menempuh jarak 42 km memutari lintasan atletik Lapangan THOR.

Untuk menyelesaikan jarak tersebut, mereka harus berlari sebanyak 105 lap. Alias 105 kali memutari lintasan tersebut. Boring? Bisa jadi. Namun, banyak runner yang bisa mencapai personal best (PB) full marathon.

Ivan Martinus dan Liman Santoso, misalnya. Dua runner Surabaya itu jadi yang tercepat di kategori pria. Ivan menuntaskan 105 lap itu dalam 3 jam 16 menit 49 detik.

Bagi pria 42 tahun tersebut, catatan itu jauh lebih baik ketimbang PB yang pernah dia bukukan di Borobudur Marathon 2018. Ketika itu, dia menyentuh finis dalam waktu 3 jam 54 menit. Itu terjadi saat dia melepas status virgin marathon.

’’Di sini (lintasan loop), aku lebih mudah mengatur fokus dan menstabilkan pace lari,’’ jelas Ivan.

Senada dengan Ivan, Liman menganggap lari di lintasan loop lebih mudah daripada berlari maraton di jalan. ’’Enaknya, tidak ada belokan, tidak ada kemacetan, dan flat,’’ sebut runner dari komunitas WeeRun Surabaya itu. ’’Jika berlari di road juga lebih banyak strategi. Di sini tidak ada,’’ sambungnya.

Hanya, Liman mengakui ada tantangannya dari berlari jarak jauh dalam lintasan memutar. ’’Bosan. Karena harus mengulang-ulang lap. Kalau di road kan banyak yang bisa kita lihat. Di sini hanya melihat trek dan pemandangan yang sama selama berjam-jam,’’ bebernya.

Dalam ajang kemarin, Liman mencatatkan waktu 3 jam 18 menit 32 detik. Bagi dia, itu juga jauh lebih cepat dari capaiannya di Lombok Marathon 2017. Saat itu dia mencatatkan waktu 3 jam 28 menit.

Dalam race terakhirnya di Surabaya Marathon 2019, Liman hanya bisa mencatatkan waktu 3 jam 30 menit.

Tak hanya di sektor putra. Yuyun Anggraini, runner yang finis ketiga di kategori putri, juga mencatatkan PB-nya di 4 jam 13 menit 46 detik. Itu lebih cepat dari catatan waktu terbaiknya, 4 jam 19 menit. Di sektor tersebut, Jenny Hartanto menjadi yang tercepat dengan finis 3 jam 43 menit 47 detik.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore