
Maria Londa SEA Games 2019
JawaPos.com-Maria Natalia Londa merencanakan SEA Games 2019 sebagai penutup karirnya sebagai atlet atletik.
Dan dia pun menutup karir dengan manis setelah merebut medali emas di Stadion Atletik New Clark City kemarin. Di nomor spesialisasinya, lompat jauh, atlet 29 tahun itu mencatatkan lompatan terbaik 6,47 meter.
Londa meneteskan air mata ketika bendera Merah Putih dikibarkan dengan diiringi lagu Indonesia Raya. Ini merupakan emas kelima yang diraih Londa dalam ajang SEA Games. Sekaligus medali ke-12 yang diperolehnya dari multievent Asia Tenggara tersebut.
Wajar apabila rasa haru dan bahagia bercampur mengingat dia baru saja pulih dari cedera parah pada ligamen lutut kanan dan kiri yang dideritanya sejak 2015. Ditambah, awal tahun lalu, dia didera cedera engkel.
’’Sebenarnya sudah melebihi target pribadi saya. Keluar dari riwayat cedera yang panjang itu kadang-kadang membuat kadar rasa percaya diri berada jauh di bawah,’’ ungkap Londa saat ditemui di mixed zone.
Di SEA Games 2019, Londa meraih 1 emas dan 1 perak. Medali perak diraih di nomor lompat jangkit.
Londa berencana menutup karirnya dan berfokus dengan keluarga. Dia baru saja menikah dan sedang menjalani program kehamilan. ’’Sebenarnya udah dari awal tahun lalu. Cuma bertahan benar-benar untuk menutup jadi 20 tahun berkarya di dunia atletik,’’ ungkap atlet asal Denpasar itu.
Jelas, tim Indonesia tak siap untuk menerima kabar tersebut. Apalagi, Londa masih menjadi andalan utama dan satu-satunya yang dimiliki Indonesia untuk nomor lompat jauh.
’’Jujur saja galau karena grade bawah saya masih jauh. Cuma, mau gimana lagi? Sekarang mulai program baby. Kalau memang sampai di PON, ya pasti akan sampai. Kalau nggak, ya berarti rezekinya di baby,’’ ujar Londa.
Selain karena baru sembuh dari cedera parah, Maria juga dalam kondisi menstruasi. Menurut pelatih tim nasional I Ketut Pageh, saat lompat jangkit, Londa berada dalam kondisi yang sedang sangat sakit-sakitnya karena menstruasi. Tetapi untung saja, kesakitannya reda karena pada lompat jauh. Akhirnya, dia bisa mendapatkan emas.
''Target kami sebenarnya mengambil dua emas itu, tetapi waktu lompat jangkit, ada halangan karena menstruasi itu sedang sakit-sakitnya. Untuk mengangkat kaki saja kata Maria, sakit,'' kata Pageh.
Satu emas dan satu perak ini adalah peningkatan. Pada edisi 2017 di Kuala Lumpur, Londa hanya mendulang dua perak dari lompat jauh dan lompat jangkit.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
