
Wakil tunggal putra Indonesia Chico Aura Wardoyo gugur di babak pertama Makau Terbuka 2018
JawaPos.com – Macau Open 2019 baru juga berjalan dua hari. Sehari, bahkan, jika kita tidak menghitung hari pertama yang merupakan babak kualifikasi.
Namun, Indonesia sudah kehilangan beberapa wakil. Salah seorang di antaranya adalah Firman Abdul Kholik. Firman, sekali lagi, kalah dari Ren Pengbo, pemain berperingkat 76 asal Tiongkok, dengan skor sangat telak. Yakni 10-21, 6-21.
Saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kekalahan Firman. Namun, kalah di babak pertama turnamen super 300 tersebut adalah lanjutan dari episode buruk pemain 22 tahun itu sepanjang Oktober. Pada awal bulan, Firman tereliminasi dari babak kedua turnamen Indonesia Masters Super 100 di Malang, Jawa Timur. Lawannya, ya Ren juga.
Lalu, jika dirunut ke turnamen sebelumnya, Vietnam Open Super 100 (10–15 September), dia juga tersingkir di babak pertama alias fase 64 besar. Padahal, sepanjang tahun ini dia berhasil meraih dua gelar. Yakni, Akita Masters 2019 dan Vietnam International Challenge.
Ketika ditemui di Malang, Firman mengaku mengalami cedera telapak kaki kanan saat berlaga di Vietnam Open. Akibatnya, saat itu gerakannya tidak leluasa.
Untung, sektor tunggal putra masih punya berita bagus. Chico Aura Dwi Wardoyo mencatat hasil yang bertolak belakang dengan Firman. Dia mengalahkan Daren Liew, pemain Malaysia, yang merupakan unggulan kedelapan. Chico menang 21-16, 21-18 dalam waktu 42 menit.
Daren adalah pemain nomor 32 dunia. Di Malaysia, dia adalah pemain dengan ranking terbaik kedua dunia setelah Lee Zii Jia (ranking 13 dunia).
Di babak kedua hari ini, dia bertemu Li Chun-yi (Taiwan).
Selain Chico, beberapa pemain mencatat kemenangan. Misalnya, juara Indonesia Masters Super 100 Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto. Kemarin, di Tap Seac Multisport Pavilion,Makau, mereka sukses mengatasi pasangan Hongkong Ng Wing Yung/Yeung Nga Ting 22-20, 21-10.
’’Di game pertama, kami terlalu terburu-buru, jadi mengikuti pola permainan lawan,’’ ungkap Fadia seperti dikutip siaran pers PP PBSI. ’’Tipe main lawan menyerang terus. Di awal-awal, kami belum menemukan pola main yang tepat, jadi masih kaget-kaget,’’ paparnya.
Peluang melesat lebih terbuka lebar bagi mereka. Hari ini mereka bertemu Tan Pearly Koong Le/Thinaah Muralitharan (Malaysia). Kedua pasangan belum pernah bertemu.
Jika menang di babak kedua, mereka punya kans besar bertemu Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta. Itu bakal jadi ulangan final Indonesia Masters lalu. Fadia/Ribka menang rubber game atas senior mereka di pelatnas tersebut. ’’Kemenangan di Malang kemarin memang membuat kami lebih yakin dan percaya diri. Kami harus bisa konsisten,’’ tekad Fadia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
