Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Oktober 2019 | 22.56 WIB

Tidak Ada Bendera dan Lagu Kebangsaan Bagi Atlet Rusia

Anzhelika Sidorova pada Kejuaraan Dunia Atletik 2019. - Image

Anzhelika Sidorova pada Kejuaraan Dunia Atletik 2019.

JawaPos.com–Anzhelika Sidorova, Katherina Stefanidi, dan Sandi Morris berlari bersamaan merayakan medali yang mereka raih pada Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Doha, Qatar, dini hari kemarin (30/9).

Tetapi, hanya Stefanidi dan Morris yang menyelimutkan bendera Yunani serta Amerika Serikat pada tubuh mereka. Sidorova yang meraih emas pada cabor lompat galah putri malah tak diizinkan membawa bendera.

Sidorova adalah atlet Rusia yang berstatus netral di kejuaraan dunia itu. Federasi Atletik Internasional (IAAF) memang belum mencabut sanksi larangan bermain bagi Rusia lantaran kasus doping yang diduga dilakukan secara sistematis.

Bukan hanya bendera yang tak boleh dibawa Sidorova, pada seremoni pengalungan medali juga tidak ada lagu kebangsaan Rusia. Tetapi, digantikan dengan lagu tema kejuaraan dunia itu.

’’Tentu aku sedikit tidak nyaman dengan kondisi ini. Tapi, aku juga tetap bahagia. Emas tetaplah emas. Aku tidak seberapa memikirkan hal-hal lain,’’ ucap atlet kelahiran Moskow tersebut.

Selain Sidorova, ada 29 atlet Rusia yang turun dengan bendera netral di kejuaraan dunia di Doha saat ini.

Kisah yang tak kalah mengharukan datang dari cabor lari jarak dekat putri. Dua tahun lalu, Shelley-Ann Fraser-Pryce masih menyaksikan final lomba nomor 100 meter putri Kejuaraan Dunia Atletik London 2017 dari rumah sakit. Saat itu, dia sedang bersiap menjalani persalinan. Namun, kemarin sprinter Jamaika tersebut sudah kembali ke lintasan dan sukses meraih emas.

Fraser-Pryce membuktikan karirnya tidak habis meski telah menjadi seorang ibu. Sprinter 32 tahun itu tetap mampu berdiri di podium teratas untuk kali keempat di nomor 100 meter kejuaraan dunia. Dia membukukan 10,71 detik. Mengungguli sprinter Inggris Raya Dina Asher-Smith yang meraih perak (10,83 detik) dan pelari Pantai Gading Marie-Josee Ta Lou, perunggu (10,90 detik).

”Saya berharap prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi perempuan di seluruh dunia,” ucap Fraser-Price dalam sambutan kemenangan sambil menggendong putranya, Zyon.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore